
Setelah membuat halaman di WordPress, langkah berikutnya adalah menyusun menu agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan mudah.
Namun, banyak pengguna WordPress pemula masih bingung saat ingin membuat menu. Bahkan, sebagian pengguna tidak menemukan menu Appearance → Menus karena menggunakan tema WordPress yang berbeda.
Oleh karena itu, panduan ini akan menunjukkan cara membuat menu di WordPress, membuat submenu, dan mengatasi masalah yang sering terjadi.
Sebelum mulai, pastikan Anda mengetahui jenis tema yang digunakan karena langkah pengaturannya bisa berbeda.
Jika Anda menggunakan tema klasik, biasanya tersedia menu:
Dashboard → Appearance → MenusSebagian besar tema WordPress masih menggunakan metode ini sehingga proses pengaturannya cukup mudah.
Sementara itu, tema WordPress terbaru menggunakan sistem Full Site Editing (FSE).
Pada tema jenis ini, Anda tidak akan menemukan menu Appearance → Menus. Sebagai gantinya, WordPress menyediakan Navigation Block di dalam Site Editor.
Jika Anda menggunakan tema seperti Twenty Twenty-Four atau tema berbasis block lainnya, ikuti panduan pada bagian khusus Block Theme di bawah nanti.

Metode ini merupakan cara yang paling umum digunakan.
Sebagai contoh, Anda dapat menambahkan halaman:
Struktur sederhana seperti ini sudah cukup untuk sebagian besar website.
Setelah halaman masuk ke menu, Anda dapat mengatur urutannya dengan metode drag-and-drop.
Misalnya:
Susunan tersebut biasanya lebih nyaman digunakan pengunjung dibanding urutan acak.
Setelah menu selesai dibuat, jangan lupa menentukan lokasinya.
Biasanya tersedia pilihan seperti:
Pada beberapa tema populer seperti Astra, Kadence, dan GeneratePress, lokasi menu biasanya menggunakan nama Primary Menu atau Main Navigation. Oleh karena itu, jika menu tidak muncul setelah disimpan, pastikan Anda memilih lokasi yang benar sesuai tema yang digunakan.
Jika Anda sedang mencari tampilan yang lebih profesional, lihat juga rekomendasi tema WordPress premium yang cocok untuk website bisnis maupun blog.
Sebelum mengatur menu, pastikan tema website sudah terpasang dengan benar. Jika belum, Anda bisa mengikuti panduan cara install tema WordPress terlebih dahulu.

Selain menu utama, Anda juga dapat membuat submenu atau dropdown menu. Fitur ini sangat berguna jika website memiliki banyak halaman.
Misalnya Anda memiliki struktur berikut:
Caranya:
WordPress akan otomatis mengubahnya menjadi submenu.
Website jasa:
Blog Pribadi:
Website toko online:
Dengan struktur yang rapi, pengunjung dapat menemukan informasi lebih cepat.

Jika Anda menggunakan tema berbasis Full Site Editing, langkahnya sedikit berbeda.
Di sinilah WordPress menyimpan menu navigasi pada Block Theme.
Klik tombol + lalu pilih:
Setelah itu tambahkan item yang ingin ditampilkan.
Setelah selesai mengatur navigasi:
Langkah ini sering terlupakan sehingga pengguna mengira menu gagal dibuat.

Selain halaman, WordPress juga memungkinkan Anda menambahkan kategori ke dalam menu. Fitur ini sangat berguna untuk website blog karena pengunjung dapat langsung menuju kumpulan artikel berdasarkan topik tertentu.
Langkah-langkah:
Contoh kategori blog:
Dengan cara ini, pengunjung dapat menemukan artikel berdasarkan topik yang mereka cari.

Selain halaman, WordPress juga memungkinkan Anda menambahkan tautan khusus.
Contoh format:
https://wa.me/628123456789Setelah ditambahkan ke menu, pengunjung dapat langsung menghubungi Anda melalui WhatsApp.
Fitur ini sangat berguna untuk website bisnis, jasa, dan UMKM.
Anda juga dapat menambahkan:
Namun, gunakan seperlunya agar navigasi tetap fokus.

Selain menu header, Anda juga dapat menampilkan menu di bagian footer website. Menu footer biasanya digunakan untuk menampilkan halaman tambahan seperti Kebijakan Privasi, Disclaimer, Syarat dan Ketentuan, atau Kontak.
Langkah-langkah:
Jika tema yang digunakan mendukung footer menu, navigasi akan langsung tampil pada bagian bawah website.
Berikut beberapa masalah yang paling sering dialami pengguna WordPress.
Penyebab paling umum:
Solusinya, periksa kembali pengaturan lokasi menu lalu bersihkan cache.
Biasanya terjadi karena:
Cobalah menyimpan ulang setelah menonaktifkan plugin yang mencurigakan.
Masalah ini sering muncul karena posisi submenu tidak digeser ke kanan. Pastikan item submenu berada tepat di bawah menu induknya.
Beberapa tema menampilkan menu mobile secara berbeda.
Karena itu, selalu cek hasilnya melalui:
Dengan cara tersebut, Anda bisa memastikan navigasi tetap nyaman digunakan di semua perangkat.
Bisa. Anda dapat membuat menu untuk header, footer, sidebar, atau area lainnya sesuai dukungan tema.
Masuk ke Appearance → Menus lalu pilih tab Categories. Setelah itu tambahkan kategori yang diinginkan ke menu.
Bisa. Namun, tema yang digunakan harus menyediakan lokasi footer menu.
Biasanya karena Anda menggunakan Block Theme yang memakai Site Editor dan Navigation Block.
Selain mengatur navigasi, Anda juga dapat menambahkan berbagai fitur baru melalui plugin. Jika masih baru menggunakan WordPress, pelajari terlebih dahulu cara install plugin WordPress untuk pemula.
Membuat menu di WordPress tidaklah sulit jika Anda mengetahui lokasi pengaturannya. Setelah menu dan submenu berhasil dibuat, pastikan navigasi website tetap sederhana agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan lebih mudah.