
Secara bawaan, WordPress akan menampilkan daftar artikel terbaru pada halaman depan website. Halaman pertama yang dilihat pengunjung saat membuka domain inilah yang dikenal sebagai homepage.
Pengaturan tersebut memang cocok untuk website yang fokus menerbitkan artikel secara rutin. Namun, jika Anda membuat website bisnis, company profile, jasa, toko online, atau portofolio, homepage yang berisi daftar artikel biasanya kurang efektif untuk menyampaikan informasi utama kepada pengunjung.
Pada panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuat homepage statis di WordPress serta mengatur halaman blog secara terpisah agar website terlihat lebih profesional.
Sebelum mengubah homepage WordPress, sebaiknya siapkan terlebih dahulu halaman yang akan digunakan. Langkah ini penting karena Anda perlu membuat halaman Beranda dan Blog sebelum mengatur keduanya sebagai homepage dan halaman blog.

Halaman ini nantinya akan menjadi homepage utama website.
Anda tidak perlu membuat desain yang sempurna terlebih dahulu. Yang terpenting, halaman sudah tersedia untuk dipilih sebagai homepage.

Jika Anda tetap ingin menampilkan artikel di website, sebaiknya buat halaman blog terpisah.
Halaman ini nantinya akan menampilkan seluruh artikel yang Anda publikasikan.
Banyak pemula mengira mereka harus mengisi halaman Blog secara manual. Padahal setelah Anda mengatur halaman tersebut sebagai Posts Page, WordPress akan otomatis menampilkan seluruh artikel yang dipublikasikan.
Setelah kedua halaman tersedia, Anda dapat mulai mengatur homepage website.

Melalui pengaturan ini, WordPress menentukan halaman depan yang pertama kali dilihat pengunjung saat membuka website.

Pada bagian Your homepage displays, pilih A Static Page. Setelah itu, WordPress akan menampilkan pilihan Homepage dan Posts Page yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan.
Banyak pengguna baru melewatkan langkah ini sehingga homepage tetap menampilkan artikel terbaru.

Sekarang WordPress akan menampilkan halaman Beranda sebagai homepage utama, sedangkan seluruh artikel akan muncul di halaman Blog.
Pengaturan ini tetap berlaku meskipun Anda menggunakan Elementor, Gutenberg, Spectra, Kadence Blocks, maupun tema WordPress modern seperti Twenty Twenty-Four dan Twenty Twenty-Five. Perbedaannya hanya pada cara mendesain halaman, bukan pada pengaturan homepage-nya.
Setelah menyimpan pengaturan, sebaiknya lakukan pengecekan sederhana.
Jika halaman yang muncul sudah sesuai, berarti pengaturan berhasil dilakukan.
Terkadang perubahan tidak langsung terlihat karena cache.
Jika homepage belum berubah:
Setelah cache dibersihkan, biasanya perubahan akan langsung terlihat.
Banyak pemula berhasil membuat homepage, tetapi kemudian bingung harus mengisi apa di dalamnya. Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan struktur sederhana berikut.
Tampilan homepage juga dipengaruhi oleh tema yang digunakan. Karena itu, pastikan Anda sudah menginstall tema WordPress yang sesuai dengan kebutuhan website.
Berikut beberapa kendala yang paling sering dialami pengguna WordPress.
Biasanya terjadi karena pengaturan masih menggunakan opsi Your Latest Posts. Solusinya, kembali ke menu Reading dan pilih A Static Page.
Masalah ini sering terjadi karena bagian Posts Page belum dipilih. Pastikan Anda sudah membuat halaman Blog dan memilihnya pada pengaturan Reading.
Penyebab paling umum adalah cache browser atau cache plugin. Coba bersihkan cache terlebih dahulu sebelum mengubah pengaturan lain.
Biasanya halaman Beranda belum memiliki isi atau terjadi konflik pada tema dan page builder. Selain itu, pastikan halaman tersebut sudah memiliki konten sehingga WordPress dapat menampilkannya dengan benar.
Banyak pengguna baru mengedit halaman Blog dan berharap perubahan tersebut muncul di halaman depan. Padahal homepage dan halaman blog memiliki fungsi yang berbeda.
Akibatnya halaman blog tidak menampilkan artikel yang sudah Anda publikasikan.
Beberapa pengguna tidak sengaja menghapus halaman Beranda setelah mengaturnya sebagai homepage. Ketika hal ini terjadi, WordPress kesulitan menampilkan halaman depan website dengan benar.
Perubahan homepage sering terlihat gagal padahal masalahnya hanya cache browser atau cache plugin.
Tidak wajib. Namun jika Anda tetap ingin menerbitkan artikel di website, membuat halaman blog terpisah akan membantu pengunjung menemukan konten dengan lebih mudah sekaligus membuat struktur website lebih rapi.
Biasanya karena pengaturan masih menggunakan opsi Your Latest Posts atau halaman Beranda belum dipilih dengan benar.
Ya. Homepage sering menjadi halaman yang paling banyak dikunjungi dan mendapatkan backlink. Karena itu, homepage yang jelas dan terstruktur dapat membantu pengalaman pengguna serta mendukung SEO website.
Tidak. Website bisnis, portofolio, dan company profile biasanya lebih cocok menggunakan homepage statis. Namun, blog pribadi atau portal berita sering kali lebih cocok menggunakan homepage yang menampilkan postingan terbaru.
Jika ingin menambahkan fitur tertentu pada homepage, Anda dapat menginstall plugin WordPress sesuai kebutuhan.
Mengubah homepage WordPress menjadi halaman statis merupakan salah satu langkah penting agar website terlihat lebih profesional. Dengan demikian, pengunjung dapat langsung melihat informasi utama saat membuka website.
Selain itu, pemisahan halaman Beranda dan Blog membuat struktur website menjadi lebih rapi sehingga pengunjung dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.
Setelah homepage berhasil diatur, Anda dapat melanjutkan dengan membuat menu di WordPress agar pengunjung lebih mudah menjelajahi website.