
Setelah berhasil menginstal WordPress, banyak pengguna baru mulai bertanya-tanya bagaimana cara membuat artikel pertama mereka. Meskipun terlihat sederhana, tidak sedikit pemula yang bingung saat melihat banyak menu di dashboard WordPress.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas cara membuat dan publish artikel di WordPress secara lengkap, mulai dari membuat postingan baru hingga artikel berhasil tayang di website.
Sebelum membuat artikel, Anda perlu memahami perbedaan antara Posts dan Pages. Meskipun terlihat mirip, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, Anda perlu memilih menu yang tepat sebelum mulai menulis. Jika Anda memilih menu yang salah, artikel tersebut bisa muncul di lokasi yang tidak sesuai sehingga pengunjung akan kesulitan menemukannya.
Gunakan menu Posts untuk membuat artikel blog. Selain tampil di halaman blog, WordPress juga mengelompokkan artikel ke dalam kategori dan tag sehingga pengunjung dapat menemukan konten yang relevan dengan lebih mudah.
Contohnya:
Saat Anda membuat artikel melalui menu Posts, WordPress akan menampilkannya di halaman blog serta mengelompokkannya ke dalam kategori dan tag. Selain itu, WordPress juga mengurutkan artikel berdasarkan tanggal publikasi.
Gunakan menu Pages untuk membuat halaman statis.
Contohnya:
Karena sifatnya statis, halaman ini tidak muncul dalam daftar artikel blog.
Setelah memahami perbedaan antara Posts dan Pages, langkah berikutnya adalah membuat artikel baru di WordPress. Selanjutnya, mari mulai membuat artikel baru di WordPress. Dengan memahami setiap langkahnya, Anda dapat menulis dan mempublikasikan artikel dengan lebih percaya diri.


Di sinilah Anda akan menulis seluruh isi artikel.
Sebaiknya gunakan judul yang sesuai dengan isi artikel. Dengan begitu, pengunjung dapat memahami topik artikel sejak awal, sementara mesin pencari juga lebih mudah mengenali isi konten Anda.

WordPress versi terbaru menggunakan Gutenberg Block Editor.
Untuk mulai menulis:
Selain paragraf, Anda juga dapat menambahkan:
Melalui tombol + (Add Block).
Selain membuat struktur artikel lebih rapi, heading juga membantu pembaca menemukan informasi dengan lebih cepat. Selain itu, mesin pencari dapat memahami susunan konten dengan lebih baik.

Gambar tidak hanya membuat artikel terlihat lebih menarik, tetapi juga membantu pembaca memahami informasi yang sedang dibahas. Oleh karena itu, banyak blogger WordPress menambahkan gambar untuk memperjelas isi artikel.
Setelah itu, Anda dapat menyesuaikan ukuran gambar sesuai kebutuhan.
Jika memungkinkan, gunakan gambar yang relevan dengan isi artikel. Selain membuat artikel lebih menarik, gambar juga membantu pembaca memahami penjelasan yang diberikan.
Selain membuat struktur website lebih rapi, kategori dan tag juga membantu pengunjung menemukan artikel yang berkaitan dengan topik tertentu. Oleh karena itu, pastikan Anda mengatur keduanya sebelum artikel dipublikasikan.
Anggap kategori sebagai rak utama dalam sebuah perpustakaan. Melalui kategori, WordPress dapat mengelompokkan artikel berdasarkan topik besar seperti WordPress, Hosting, atau Plugin sehingga pengunjung lebih mudah menemukan informasi yang mereka cari.
Contoh:
Sebaiknya satu artikel hanya menggunakan satu kategori utama agar struktur website tetap rapi.
Tag digunakan untuk menjelaskan topik yang lebih spesifik.
Contoh:
Tag membantu pengunjung menemukan artikel yang memiliki pembahasan serupa.
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula:
Akibatnya, struktur website menjadi berantakan dan sulit dikelola.
Selain gambar yang ada di dalam artikel, WordPress juga menyediakan Featured Image atau gambar unggulan. Karena berfungsi sebagai thumbnail artikel, gambar ini sebaiknya tidak dibiarkan kosong agar tampilan website terlihat lebih profesional.
Featured Image adalah gambar utama yang biasanya muncul pada:
Karena itu, hampir semua artikel sebaiknya memiliki featured image.
Setelah tersimpan, gambar tersebut akan menjadi thumbnail artikel Anda.
Sebelum menekan tombol Publish, luangkan waktu untuk memeriksa beberapa pengaturan penting. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan URL sudah rapi, memilih kategori yang sesuai, serta menambahkan gambar unggulan sebelum artikel tayang.
Contoh:
Kurang baik:
domain.com/cara-membuat-dan-publish-artikel-di-wordpress-untuk-pemula-lengkap
Lebih baik:
domain.com/cara-membuat-artikel-wordpress
Langkah ini membantu Anda menemukan kesalahan sebelum artikel dipublikasikan.
Jika belum ingin menerbitkan artikel sekarang:
Fitur ini sangat berguna jika Anda ingin membuat banyak artikel sekaligus.
Jika semua sudah siap:
Sebelum menerbitkan artikel, pastikan semua gambar tampil dengan baik dan tentukan kategori yang sesuai. Dengan cara ini, pengunjung dapat menemukan artikel melalui kategori yang tepat.
Selain itu, coba buka artikel menggunakan perangkat mobile untuk memastikan tampilannya tetap rapi. Jika menemukan kesalahan, Anda dapat kembali ke dashboard WordPress dan memperbaruinya kapan saja.
Sebelum menekan tombol Publish, pastikan:
Checklist sederhana ini dapat membantu mengurangi kesalahan yang sering terjadi pada pengguna WordPress pemula.
Biasanya masalah ini terjadi karena:
Coba buka menu:
Settings → Reading
Lalu periksa apakah halaman blog sudah dipilih dengan benar.
Penyebab yang paling sering terjadi:
Coba unggah ulang gambar dan bersihkan cache website jika diperlukan.
Bisa. WordPress menyediakan fitur Draft sehingga Anda dapat melanjutkan penulisan di lain waktu.
Bisa. Anda dapat membuka kembali artikel melalui menu Posts, lalu melakukan perubahan kapan saja tanpa harus membuat artikel baru.
Tidak ada jumlah kata yang wajib. Namun, untuk artikel tutorial WordPress, panjang artikel sekitar 800-1.500 kata biasanya sudah cukup untuk menjelaskan topik secara lengkap.
Cara membuat artikel di WordPress sebenarnya cukup mudah jika Anda memahami alurnya. Mulailah dengan membuat postingan baru melalui menu Posts, kemudian tambahkan isi artikel, gambar, kategori, tag, dan featured image.
Setelah itu, periksa kembali permalink serta tampilan artikel sebelum menekan tombol Publish. Dengan memahami langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat dan mempublikasikan artikel pertama di WordPress dengan lebih percaya diri.