
Banyak pemula sering menemukan website mereka muncul di folder /wp, melihat HTTPS belum aktif, atau bingung mencari halaman login WordPress. Karena itu, panduan ini tidak hanya membantu Anda menekan tombol install, tetapi juga menunjukkan bagian penting yang perlu Anda cek agar WordPress langsung tampil di alamat domain yang benar.
Sebelum mulai instalasi, jangan langsung membuka Softaculous atau WP Toolkit. Sebelum mulai instalasi, cek tiga hal utama terlebih dahulu: arah domain ke hosting, aktifkan SSL jika ingin memakai HTTPS, dan tentukan lokasi instalasi WordPress sejak awal.
Jika tiga hal ini belum jelas, proses instalasi tetap bisa selesai, tetapi hasilnya sering membingungkan. Misalnya, website Anda gagal terbuka, browser menampilkan peringatan tidak aman, atau WordPress justru masuk ke folder yang salah.
Pastikan Anda sudah mengarahkan domain ke hosting yang digunakan. Cara paling mudah, buka domain dari browser. Jika domain sudah menampilkan halaman default hosting atau halaman kosong dari server hosting, biasanya domain sudah terhubung.
Jika domain masih menampilkan halaman parkir, halaman registrar, atau error DNS, sebaiknya jangan instal WordPress dulu. Perbaiki nameserver atau DNS terlebih dahulu agar instalasi tidak membingungkan setelah selesai.
Jika ingin website menggunakan HTTPS, aktifkan SSL terlebih dahulu dari cPanel atau panel hosting. Setelah SSL aktif, barulah pilih protocol https:// saat instalasi WordPress.
Jangan memilih HTTPS jika SSL belum aktif. Sebaliknya, jangan memilih HTTP jika sejak awal Anda ingin website tampil aman dengan HTTPS.
Tentukan lokasi WordPress sejak awal: domain utama, subdomain, atau folder tertentu.
Untuk website utama, pilih domain utama, lalu kosongkan kolom directory. Perhatikan kolom ini dengan teliti karena beberapa installer sering mengisinya otomatis dengan kata seperti wp atau wordpress.
Jika Anda mengosongkan kolom directory, website akan tampil di:
namadomain.comJika kolom directory diisi wp, website tampil di:
namadomain.com/wpUntuk website utama, pilihan yang paling aman adalah mengosongkan kolom tersebut.
Tidak semua cPanel memiliki tampilan yang sama. Ada hosting yang menyediakan Softaculous, ada juga yang menyediakan WP Toolkit. Saat ingin instal WordPress di cPanel, Anda tetap bisa menggunakan salah satu menu tersebut meskipun tampilan cPanel berbeda dari tutorial yang pernah Anda ikuti.
Tidak perlu bingung jika tampilan cPanel Anda berbeda dari tutorial lain. Beberapa hosting memakai Softaculous, sementara hosting lain menyediakan WP Toolkit. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk menginstal WordPress.
Gunakan Softaculous jika menu tersebut tersedia dan Anda ingin proses instalasi yang sederhana. Namun, jika yang tersedia adalah WP Toolkit, gunakan WP Toolkit saja. Anda tidak perlu mencari Softaculous jika hosting memang tidak menyediakannya.
Secara praktis:
Jika Anda tidak menemukan Softaculous, coba cari menu bernama WP Toolkit, WordPress Manager, atau WordPress Management. Beberapa hosting menggunakan nama menu yang berbeda, tetapi fungsinya mirip.
Sebaliknya, jika WP Toolkit tidak ada, cari menu Softaculous Apps Installer. Biasanya menu ini berada di bagian Software pada cPanel.
Jika keduanya tidak tersedia, kemungkinan paket hosting Anda tidak menyediakan auto installer. Dalam kondisi tersebut, Anda bisa menghubungi penyedia hosting atau melakukan instalasi WordPress secara manual.

Jika ingin instal WordPress di cPanel dengan cara yang praktis, Anda bisa menggunakan Softaculous. Cukup pilih WordPress, isi beberapa data penting, lalu jalankan proses instalasi.
Setelah itu, Anda akan masuk ke halaman pengaturan instalasi. Di tahap ini, Anda perlu mengecek pilihan protocol, domain, dan directory dengan lebih teliti.
Bagian ini sering membuat pemula salah instal WordPress. Karena itu, jangan langsung klik install sebelum memastikan pengaturannya benar.
Contohnya, saat Anda mengosongkan kolom In Directory, website akan tampil di:
namadomain.comNamun, jika kolom tersebut diisi wp, website akan tampil di:
namadomain.com/wpUntuk website utama, biasanya pilihan terbaik adalah mengosongkan kolom directory.
Setelah lokasi instalasi benar, lanjutkan dengan mengisi informasi website dan akun admin.
Hindari memakai username seperti admin, administrator, atau nama domain. Gunakan username yang lebih unik agar website lebih aman sejak awal.
Anda tetap bisa mengganti nama website dan deskripsi nanti dari dashboard WordPress. Namun, username dan email admin sebaiknya langsung dibuat dengan benar sejak awal.
Di beberapa hosting, Softaculous akan menampilkan pilihan tambahan seperti bahasa, plugin, tema, dan auto update. Tidak semuanya wajib diubah, tetapi tetap perlu dicek.
Untuk pemula, tidak masalah jika belum memilih tema atau plugin pada tahap ini. Setelah WordPress aktif, Anda bisa mengatur tema dan plugin langsung dari dashboard.
Jika semua data sudah benar, lanjutkan proses instalasi.
Jika dashboard WordPress berhasil terbuka, berarti proses instalasi sudah selesai. Setelah itu, Anda bisa mulai mengatur tampilan, halaman, menu, dan plugin sesuai kebutuhan website.

Beberapa cPanel modern menyediakan WP Toolkit agar Anda bisa mengelola WordPress dengan lebih mudah. Jika Softaculous tidak tersedia, Anda tetap bisa instal WordPress di cPanel melalui WP Toolkit.
Tampilan WP Toolkit bisa sedikit berbeda tergantung hosting. Namun, data yang perlu diisi umumnya tetap sama, yaitu domain, lokasi instalasi, nama website, dan akun admin.
Pada halaman instalasi, isi data utama dengan teliti.
Sama seperti Softaculous, bagian lokasi instalasi perlu diperhatikan. Jika Anda tidak sengaja mengisi folder tertentu, WordPress tidak akan tampil langsung di domain utama.
Salah satu kelebihan WP Toolkit adalah fitur pengelolaan WordPress yang lebih lengkap dari cPanel. Setelah instalasi, Anda bisa mengecek beberapa pengaturan dasar.
Anda tidak harus mengaktifkan semua fitur sekaligus. Namun, pastikan Anda rutin memperbarui WordPress, plugin, dan tema agar website tetap aman.
Setelah proses instalasi selesai, WP Toolkit biasanya akan menampilkan daftar instalasi WordPress yang ada di hosting Anda.
Jika website muncul di daftar WP Toolkit, Anda bisa mengelola beberapa hal langsung dari cPanel, seperti update, plugin, tema, dan keamanan dasar.
Setelah menyelesaikan instalasi WordPress, jangan langsung memasang banyak plugin atau mengubah terlalu banyak pengaturan.
Urutan yang disarankan:
Urutan ini membantu website lebih rapi sejak awal. Selain itu, Anda juga lebih mudah menemukan sumber masalah jika nanti ada error.
Kadang proses instalasi tidak berjalan semulus tutorial. Namun, Anda bisa mengecek sebagian besar masalah awal dengan beberapa langkah sederhana.
Jika menu Softaculous atau WP Toolkit tidak muncul di cPanel, kemungkinan hosting Anda tidak menyediakan fitur tersebut.
Coba lakukan langkah berikut:
Jika auto installer tidak tersedia, Anda masih bisa menginstal WordPress secara manual. Namun, untuk pemula, lebih praktis meminta bantuan hosting terlebih dahulu.
Biasanya, installer mengisi kolom directory secara otomatis, atau Anda tidak sengaja menambahkan nama folder. Contohnya, Anda ingin website tampil di namadomain.com, tetapi malah muncul di namadomain.com/wp.
Solusinya:
Jangan langsung memindahkan file secara manual jika belum paham struktur WordPress. Untuk website baru, instal ulang biasanya lebih aman dan cepat.
Jika instalasi sudah selesai tetapi website belum terbuka, Anda perlu mengecek beberapa hal terlebih dahulu.
Coba cek beberapa hal berikut:
Jika Anda baru mengarahkan domain ke hosting, website biasanya membutuhkan waktu sebelum terbuka secara normal. Jadi, jangan terburu-buru menghapus instalasi jika semua data sudah benar.
Jika Anda gagal login ke dashboard WordPress, periksa dulu URL login, username, dan password yang Anda masukkan.
Untuk pemula, cara paling aman adalah menggunakan fitur reset password dari halaman login atau meminta bantuan penyedia hosting.
Anda bisa menggunakan Softaculous atau WP Toolkit untuk menginstal WordPress di cPanel. Jika cPanel Anda menyediakan Softaculous, Anda bisa menggunakannya untuk instalasi cepat. Namun, jika tersedia WP Toolkit, Anda juga bisa memakainya untuk instalasi sekaligus pengelolaan WordPress dari cPanel.