<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menu WordPress Arsip - Farhanhidayat.com</title>
	<atom:link href="https://farhanhidayat.com/tag/menu-wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://farhanhidayat.com/tag/menu-wordpress/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 16:20:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-Favicon-Farhanhidayat-32x32.png</url>
	<title>Menu WordPress Arsip - Farhanhidayat.com</title>
	<link>https://farhanhidayat.com/tag/menu-wordpress/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</title>
		<link>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/</link>
					<comments>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Farhan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:20:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Dashboard WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Halaman WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Homepage WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Menu WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Page WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial wordpress]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://farhanhidayat.com/?p=2865</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuat halaman di WordPress memang mudah, tetapi banyak pemula bingung setelah menekan Publish. Halamannya sudah terbit, tetapi tidak muncul di menu website. Ini terjadi karena membuat halaman dan menampilkannya ke pengunjung adalah dua langkah berbeda. Karena itu, panduan ini akan membantu Anda membuat halaman WordPress sampai pengunjung bisa mengaksesnya langsung dari website. Mengenal Halaman di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/">Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat halaman di WordPress memang mudah, tetapi banyak pemula bingung setelah menekan Publish. Halamannya sudah terbit, tetapi tidak muncul di menu website. Ini terjadi karena membuat halaman dan menampilkannya ke pengunjung adalah dua langkah berbeda. Karena itu, panduan ini akan membantu Anda membuat halaman WordPress sampai pengunjung bisa mengaksesnya langsung dari website.</p>
<hr />
<h2 id="mengenal-halaman-di-wordpress-sebelum-membuatnya">Mengenal Halaman di WordPress Sebelum Membuatnya</h2>
<p>Anda bisa memakai halaman atau Page di WordPress untuk konten yang sifatnya tetap dan jarang berubah. Contohnya seperti halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, Kontak, Privacy Policy, dan Syarat Ketentuan.</p>
<p>Berbeda dengan postingan, halaman lebih cocok untuk konten tetap, bukan artikel rutin. Jika Anda ingin menulis blog, berita, atau update terbaru, gunakan Post. Namun, jika Anda ingin membuat bagian utama website, gunakan Page.</p>
<h3 id="perbedaan-halaman-dan-postingan">Perbedaan Halaman dan Postingan</h3>
<p>Agar tidak salah memilih, pahami perbedaannya secara sederhana.</p>
<p>Halaman cocok untuk konten statis seperti profil bisnis, layanan, kontak, dan informasi utama website. Sementara itu, postingan cocok untuk artikel yang Anda perbarui secara berkala, seperti tutorial, berita, atau konten blog.</p>
<p>Jadi, gunakan Page untuk struktur utama website dan gunakan Post untuk artikel.</p>
<h3 id="contoh-halaman-yang-biasanya-dibuat">Contoh Halaman yang Biasanya Dibuat</h3>
<p>Beberapa halaman yang umum dibuat di WordPress antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Beranda</strong>, untuk menampilkan informasi utama website.</li>
<li><strong>Tentang Kami</strong>, untuk menjelaskan profil bisnis atau brand.</li>
<li><strong>Layanan</strong>, untuk menjelaskan jasa atau produk.</li>
<li><strong>Kontak</strong>, untuk menampilkan alamat, email, WhatsApp, atau form kontak.</li>
<li><strong>Privacy Policy</strong>, untuk menjelaskan kebijakan privasi pengunjung.</li>
</ol>
<p>Jika website masih baru, Anda bisa mulai dari halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, dan Kontak.</p>
<hr />
<h2 id="hal-yang-perlu-disiapkan-sebelum-membuat-halaman">Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Halaman</h2>
<p>Sebelum membuka dashboard WordPress, siapkan dulu isi utama halaman. Dengan begitu, Anda tidak bingung saat masuk ke editor.</p>
<h3 id="tentukan-fungsi-halaman">Tentukan Fungsi Halaman</h3>
<p>Setiap halaman harus punya tujuan yang jelas. Misalnya, halaman Kontak membantu pengunjung menghubungi Anda dengan mudah. Sementara itu, halaman Layanan menjelaskan jasa atau produk yang Anda tawarkan.</p>
<p>Sebelum membuat halaman, tentukan dulu:</p>
<ol>
<li>Apa tujuan halaman ini?</li>
<li>Informasi apa yang perlu Anda tampilkan?</li>
<li>Tindakan apa yang ingin Anda dorong dari pengunjung?</li>
</ol>
<p>Dengan cara ini, isi halaman akan lebih terarah.</p>
<h3 id="siapkan-konten-utama-yang-akan-ditampilkan">Siapkan Konten Utama yang Akan Ditampilkan</h3>
<p>Setelah tahu fungsi halaman, siapkan bahan utamanya. Tidak perlu langsung sempurna, tetapi setidaknya Anda sudah memiliki dasar konten.</p>
<p>Beberapa hal yang bisa disiapkan:</p>
<ol>
<li>Judul halaman.</li>
<li>Teks pembuka.</li>
<li>Penjelasan utama.</li>
<li>Gambar pendukung.</li>
<li>Tombol atau call to action.</li>
<li>Form kontak jika diperlukan.</li>
</ol>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-halaman-baru-di-wordpress">Cara Membuat Halaman Baru di WordPress</h2>
<p>Sekarang masuk ke langkah utama. Proses membuat halaman baru di WordPress cukup sederhana, tetapi sebaiknya jangan langsung publish sebelum mengecek isi, URL, dan tampilannya.</p>
<h3 id="buka-menu-pages-dan-tambahkan-halaman-baru">Buka Menu Pages dan Tambahkan Halaman Baru</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Login ke dashboard WordPress.</li>
<li>Pada sidebar kiri, klik <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Add New</strong>.</li>
<li>Tunggu sampai editor halaman terbuka.</li>
</ol>
<p>Jika dashboard memakai bahasa Indonesia, menu ini biasanya tampil sebagai <strong>Laman</strong> dan <strong>Tambah Baru</strong>.</p>
<h3 id="isi-judul-dan-konten-halaman">Isi Judul dan Konten Halaman</h3>
<p>Setelah editor terbuka, mulai isi halaman Anda.</p>
<ol>
<li>Masukkan judul halaman.</li>
<li>Tambahkan isi halaman pada area editor.</li>
<li>Gunakan heading untuk membagi bagian penting.</li>
<li>Tambahkan gambar jika diperlukan.</li>
<li>Tambahkan tombol jika halaman membutuhkan ajakan tindakan.</li>
</ol>
<p>Sebagai contoh, jika membuat halaman Kontak, Anda bisa mengisi alamat, nomor WhatsApp, email, jam operasional, dan form kontak.</p>
<h3 id="gunakan-block-editor-untuk-mengatur-isi-halaman">Gunakan Block Editor untuk Mengatur Isi Halaman</h3>
<p>WordPress terbaru menggunakan Block Editor. Artinya, Anda bisa menyusun teks, gambar, tombol, dan elemen lain sebagai blok terpisah.</p>
<p>Beberapa blok yang umum dipakai yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Paragraph</strong>, untuk teks biasa.</li>
<li><strong>Heading</strong>, untuk subjudul.</li>
<li><strong>Image</strong>, untuk gambar.</li>
<li><strong>Button</strong>, untuk tombol.</li>
<li><strong>Columns</strong>, untuk membagi konten menjadi beberapa kolom.</li>
</ol>
<p>Untuk menambahkan blok, klik ikon +, lalu pilih jenis blok sesuai kebutuhan halaman. Gunakan blok seperlunya agar pengunjung mudah membaca isi halaman.</p>
<h3 id="atur-permalink-halaman">Atur Permalink Halaman</h3>
<p>Permalink adalah alamat URL halaman. Contohnya:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">namadomain.com/tentang-kami</code></pre>
<p>Biasanya WordPress membuat permalink otomatis dari judul. Namun, Anda tetap perlu mengeceknya agar URL terlihat rapi.</p>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Buka pengaturan halaman di sisi kanan editor.</li>
<li>Cari bagian URL atau Permalink.</li>
<li>Ubah slug jika diperlukan.</li>
<li>Gunakan URL yang pendek dan mudah dibaca.</li>
</ol>
<p>Contoh URL yang baik:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">/tentang-kami

/layanan

/kontak</code></pre>
<p>Hindari URL seperti:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">/halaman-baru-123

/tentang-kami-final-update</code></pre>
<p>URL yang rapi membantu pengunjung memahami isi halaman dan membuat struktur website terlihat lebih jelas.</p>
<h3 id="preview-lalu-publish-halaman">Preview lalu Publish Halaman</h3>
<p>Sebelum menerbitkan halaman, cek tampilannya terlebih dahulu.</p>
<ol>
<li>Klik <strong>Preview</strong>.</li>
<li>Periksa judul, isi, gambar, tombol, dan jarak antarbagian.</li>
<li>Pastikan tidak ada bagian kosong atau typo.</li>
<li>Jika sudah sesuai, klik Publish.</li>
<li>Konfirmasi publish jika WordPress memintanya.</li>
</ol>
<p>Setelah dipublish, halaman sudah aktif. Namun, halaman belum tentu langsung muncul di menu website. Karena itu, lanjutkan ke langkah berikutnya.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menampilkan-halaman-di-website">Cara Menampilkan Halaman di Website</h2>
<p>Banyak pemula berhenti setelah klik Publish. Padahal, WordPress tidak selalu langsung menampilkan halaman baru di menu navigasi.</p>
<p>Jika Anda sudah membuat halaman tetapi belum melihatnya di bagian atas website, Anda perlu menambahkannya ke menu secara manual.</p>
<h3 id="tambahkan-halaman-ke-menu-navigasi">Tambahkan Halaman ke Menu Navigasi</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Buka menu <strong>Appearance</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Menus</strong>.</li>
<li>Centang halaman yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik <strong>Add to Menu</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Save Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Jika dashboard memakai bahasa Indonesia:</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Tampilan</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Menu</strong>.</li>
<li>Tambahkan laman yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik <strong>Simpan Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Setelah itu, buka website Anda dan cek apakah halaman sudah muncul di navigasi.</p>
<p>Pada beberapa tema WordPress modern, pengaturan menu bisa berada di <strong>Appearance → Editor</strong>. Jika menu Menus tidak muncul, kemungkinan tema Anda menggunakan Site Editor.</p>
<h3 id="atur-posisi-halaman-di-menu">Atur Posisi Halaman di Menu</h3>
<p>Setelah halaman masuk ke menu, susun posisinya agar navigasi lebih rapi.</p>
<ol>
<li>Buka kembali pengaturan menu.</li>
<li>Klik dan tahan item menu.</li>
<li>Geser ke posisi yang diinginkan.</li>
<li>Klik <strong>Save Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Misalnya, Anda bisa menyusun menu menjadi Beranda, Tentang Kami, Layanan, lalu Kontak. Jika ingin membuat submenu, geser item menu sedikit ke kanan di bawah menu utama.</p>
<h3 id="cek-halaman-dari-tampilan-pengunjung">Cek Halaman dari Tampilan Pengunjung</h3>
<p>Setelah Anda menyimpan menu, buka website seperti pengunjung biasa.</p>
<p>Cek beberapa hal berikut:</p>
<ol>
<li>Apakah halaman muncul di menu?</li>
<li>Apakah halaman bisa diklik?</li>
<li>Apakah link mengarah ke halaman yang benar?</li>
<li>Apakah tampilan di desktop dan mobile sudah rapi?</li>
</ol>
<p>Langkah ini penting karena tampilan di editor kadang berbeda dengan tampilan asli di website.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menjadikan-halaman-sebagai-beranda-website">Cara Menjadikan Halaman sebagai Beranda Website</h2>
<p>Jika Anda membuat halaman “Beranda”, halaman tersebut belum otomatis menjadi homepage. Anda perlu mengaturnya sebagai halaman depan website.</p>
<h3 id="pilih-halaman-yang-akan-dijadikan-homepage">Pilih Halaman yang Akan Dijadikan Homepage</h3>
<p>Pastikan Anda sudah membuat halaman Beranda dan mengisinya dengan informasi utama website. Biasanya, halaman Beranda memuat:</p>
<ol>
<li>Penjelasan singkat tentang website atau bisnis.</li>
<li>Keunggulan utama.</li>
<li>Produk atau layanan utama.</li>
<li>Tombol menuju kontak atau penawaran.</li>
<li>Testimoni atau portofolio jika ada.</li>
</ol>
<p>Jika halaman masih kosong, simpan sebagai draft dulu dan lengkapi sebelum Anda mengaturnya sebagai homepage.</p>
<h3 id="atur-homepage-melalui-settings-reading">Atur Homepage melalui Settings Reading</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Buka menu <strong>Settings</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Reading</strong>.</li>
<li>Pada bagian homepage display, pilih <strong>A static page</strong>.</li>
<li>Pada bagian Homepage, pilih halaman Beranda.</li>
<li>Klik <strong>Save Changes</strong>.</li>
</ol>
<p>Jika WordPress memakai bahasa Indonesia:</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Pengaturan</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Membaca</strong>.</li>
<li>Pilih opsi <strong>Halaman statis</strong>.</li>
<li>Tentukan halaman yang ingin dijadikan Beranda.</li>
<li>Simpan perubahan.</li>
</ol>
<p>Setelah itu, buka domain utama website. Jika pengaturan benar, halaman Beranda akan tampil sebagai halaman depan.</p>
<hr />
<h2 id="cara-mengelola-halaman-setelah-dipublish">Cara Mengelola Halaman Setelah Dipublish</h2>
<p>Setelah membuat halaman, Anda tetap bisa mengubah, memperbaiki, atau menghapusnya kapan saja.</p>
<h3 id="mengedit-isi-halaman">Mengedit Isi Halaman</h3>
<p>Untuk mengedit halaman:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Klik menu <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Pilih halaman yang ingin diedit.</li>
<li>Ubah isi halaman sesuai kebutuhan.</li>
<li>Klik <strong>Update</strong>.</li>
</ol>
<p>Klik Publish saat ingin menerbitkan halaman baru. Klik Update saat ingin menyimpan perubahan pada halaman yang sudah terbit.</p>
<h3 id="menyimpan-draft-update-atau-menghapus-halaman">Menyimpan Draft, Update, atau Menghapus Halaman</h3>
<p>Beberapa tombol penting yang perlu dipahami:</p>
<ol>
<li><strong>Save Draft</strong>, untuk menyimpan halaman yang belum ingin diterbitkan.</li>
<li><strong>Preview</strong>, untuk melihat tampilan sebelum publish.</li>
<li><strong>Publish</strong>, untuk menerbitkan halaman baru.</li>
<li><strong>Update</strong>, untuk menyimpan perubahan halaman.</li>
<li><strong>Trash</strong>, untuk memindahkan halaman ke tempat sampah.</li>
</ol>
<p>Jika halaman belum siap, gunakan <strong>Save Draft</strong>. Jangan publish halaman yang masih kosong atau belum rapi.</p>
<h3 id="membuat-subhalaman-jika-dibutuhkan">Membuat Subhalaman Jika Dibutuhkan</h3>
<p>Subhalaman berguna untuk membuat struktur website lebih rapi. Misalnya, halaman “Layanan” memiliki subhalaman “Jasa Website”, “Jasa SEO”, dan “Jasa Desain Logo”.</p>
<p>Cara membuat subhalaman:</p>
<ol>
<li>Buka halaman yang ingin dijadikan subhalaman.</li>
<li>Buka pengaturan halaman di sisi kanan editor.</li>
<li>Cari bagian <strong>Parent Page</strong>.</li>
<li>Pilih halaman induk.</li>
<li>Klik <strong>Update</strong> atau <strong>Publish</strong>.</li>
</ol>
<p>Struktur ini membantu pengunjung memahami isi website dengan lebih mudah.</p>
<hr />
<h2 id="checklist-setelah-halaman-wordpress-dibuat">Checklist Setelah Halaman WordPress Dibuat</h2>
<p>Sebelum selesai, lakukan pengecekan singkat agar halaman benar-benar siap tampil untuk pengunjung.</p>
<h3 id="halaman-sudah-bisa-dibuka">Halaman Sudah Bisa Dibuka</h3>
<p>Pastikan halaman tidak masih berstatus draft.</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Cek status halaman.</li>
<li>Pastikan statusnya <strong>Published</strong>.</li>
<li>Klik <strong>View</strong> untuk membuka halaman.</li>
</ol>
<p>Jika masih draft, pengunjung belum bisa melihat halaman tersebut.</p>
<h3 id="halaman-sudah-muncul-di-menu-jika-dibutuhkan">Halaman Sudah Muncul di Menu Jika Dibutuhkan</h3>
<p>Jika halaman penting seperti Beranda, Layanan, atau Kontak, pastikan halaman sudah tampil di menu.</p>
<ol>
<li>Buka website dari browser.</li>
<li>Lihat menu utama.</li>
<li>Klik halaman tersebut.</li>
<li>Pastikan link mengarah ke halaman yang benar.</li>
</ol>
<p>Jika belum muncul, tambahkan halaman melalui pengaturan menu.</p>
<h3 id="tampilan-sudah-rapi-di-desktop-dan-mobile">Tampilan Sudah Rapi di Desktop dan Mobile</h3>
<p>Cek tampilan halaman di laptop dan ponsel. Pastikan pengunjung bisa membaca teks dengan mudah, gambar tampil proporsional, tombol terlihat jelas, dan jarak antarbagian terasa nyaman.</p>
<p>Jika tampilan mobile berantakan, kurangi elemen yang tidak perlu atau atur ulang blok di editor.</p>
<h3 id="judul-url-dan-isi-sudah-sesuai">Judul, URL, dan Isi Sudah Sesuai</h3>
<p>Terakhir, pastikan bagian dasar halaman sudah benar.</p>
<ol>
<li>Judul halaman jelas.</li>
<li>URL pendek dan mudah dibaca.</li>
<li>Isi halaman sesuai tujuan.</li>
<li>Tidak ada typo.</li>
<li>Tombol dan link bisa diklik.</li>
<li>Gambar tampil dengan baik.</li>
</ol>
<hr />
<h2 id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>
<p>Cara membuat halaman di WordPress tidak hanya berhenti di klik Publish. Setelah Anda membuat halaman, pastikan halaman tersebut tampil di website, masuk ke menu jika memang perlu, dan pengunjung bisa membukanya dengan baik.</p>
<p>Alur paling aman adalah membuat halaman, mengisi konten, mengatur permalink, preview, publish, lalu menambahkan halaman ke menu navigasi. Jika halaman tersebut adalah Beranda, lanjutkan dengan mengaturnya sebagai homepage melalui menu Settings Reading.</p>
<p>Dengan mengikuti langkah ini, Anda bisa membuat halaman WordPress yang rapi, mudah diakses, dan siap menjadi bagian penting dari website.</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/">Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Menu di WordPress untuk Pemula, Lengkap dengan Submenu</title>
		<link>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/</link>
					<comments>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Farhan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 04:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Block Theme]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Link WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Menu Footer]]></category>
		<category><![CDATA[Menu WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi Website]]></category>
		<category><![CDATA[Submenu WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress pemula]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://farhanhidayat.com/?p=2770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah membuat halaman di WordPress, langkah berikutnya adalah menyusun menu agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan mudah. Namun, banyak pengguna WordPress pemula masih bingung saat ingin membuat menu. Bahkan, sebagian pengguna tidak menemukan menu Appearance → Menus karena menggunakan tema WordPress yang berbeda. Oleh karena itu, panduan ini akan menunjukkan cara membuat menu di WordPress, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/">Cara Membuat Menu di WordPress untuk Pemula, Lengkap dengan Submenu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah membuat halaman di WordPress, langkah berikutnya adalah menyusun menu agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan mudah.</p>
<p>Namun, banyak pengguna WordPress pemula masih bingung saat ingin membuat menu. Bahkan, sebagian pengguna tidak menemukan menu Appearance → Menus karena menggunakan tema WordPress yang berbeda.</p>
<p>Oleh karena itu, panduan ini akan menunjukkan cara membuat menu di WordPress, membuat submenu, dan mengatasi masalah yang sering terjadi.</p>
<hr />
<h2 id="sebelum-membuat-menu-kenali-jenis-tampilan-wordpress-anda">Sebelum Membuat Menu, Kenali Jenis Tampilan WordPress Anda</h2>
<p>Sebelum mulai, pastikan Anda mengetahui jenis tema yang digunakan karena langkah pengaturannya bisa berbeda.</p>
<h3 id="tema-klasik-appearance-%e2%86%92-menus">Tema Klasik (Appearance → Menus)</h3>
<p>Jika Anda menggunakan tema klasik, biasanya tersedia menu:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">Dashboard → Appearance → Menus</code></pre>
<p>Sebagian besar tema WordPress masih menggunakan metode ini sehingga proses pengaturannya cukup mudah.</p>
<h3 id="block-theme-site-editor">Block Theme (Site Editor)</h3>
<p>Sementara itu, tema WordPress terbaru menggunakan sistem Full Site Editing (FSE).</p>
<p>Pada tema jenis ini, Anda tidak akan menemukan menu Appearance → Menus. Sebagai gantinya, WordPress menyediakan Navigation Block di dalam Site Editor.</p>
<p>Jika Anda menggunakan tema seperti Twenty Twenty-Four atau tema berbasis block lainnya, ikuti panduan pada bagian khusus Block Theme di bawah nanti.</p>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-menu-di-wordpress-melalui-appearance-%e2%86%92-menus">Cara Membuat Menu di WordPress Melalui Appearance → Menus</h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-2773 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-di-WordPress-Melalui-Appearance-→-Menus.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-di-WordPress-Melalui-Appearance-→-Menus.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-di-WordPress-Melalui-Appearance-→-Menus-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Metode ini merupakan cara yang paling umum digunakan.</p>
<h3 id="membuat-menu-baru-dan-menambahkan-halaman">Membuat Menu Baru dan Menambahkan Halaman</h3>
<ol>
<li>Login ke Dashboard WordPress.</li>
<li>Pilih <strong>Appearance → Menus</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Create a New Menu</strong>.</li>
<li>Beri nama menu, misalnya:
<ul>
<li>Menu Utama</li>
<li>Header Menu</li>
<li>Navigasi Website</li>
</ul>
</li>
<li>Klik <strong>Create Menu</strong>.</li>
<li>Pada bagian kiri, centang halaman yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik <strong>Add to Menu</strong>.</li>
<li>Setelah semua halaman masuk, klik <strong>Save Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Sebagai contoh, Anda dapat menambahkan halaman:</p>
<ul>
<li>Home</li>
<li>Blog</li>
<li>Tentang Kami</li>
<li>Kontak</li>
</ul>
<p>Struktur sederhana seperti ini sudah cukup untuk sebagian besar website.</p>
<h3 id="mengatur-urutan-menu">Mengatur Urutan Menu</h3>
<p>Setelah halaman masuk ke menu, Anda dapat mengatur urutannya dengan metode drag-and-drop.</p>
<p>Misalnya:</p>
<ol>
<li>Home</li>
<li>Tentang Kami</li>
<li>Layanan</li>
<li>Blog</li>
<li>Kontak</li>
</ol>
<p>Susunan tersebut biasanya lebih nyaman digunakan pengunjung dibanding urutan acak.</p>
<h3 id="menampilkan-menu-di-header-website">Menampilkan Menu di Header Website</h3>
<p>Setelah menu selesai dibuat, jangan lupa menentukan lokasinya.</p>
<p>Biasanya tersedia pilihan seperti:</p>
<ul>
<li>Primary Menu</li>
<li>Main Menu</li>
<li>Header Menu</li>
<li>Top Menu</li>
</ul>
<p>Pada beberapa tema populer seperti Astra, Kadence, dan GeneratePress, lokasi menu biasanya menggunakan nama Primary Menu atau Main Navigation. Oleh karena itu, jika menu tidak muncul setelah disimpan, pastikan Anda memilih lokasi yang benar sesuai tema yang digunakan.</p>
<p>Jika Anda sedang mencari tampilan yang lebih profesional, lihat juga <a href="https://farhanhidayat.com/tema-wordpress-premium-terbaik/">rekomendasi tema WordPress premium</a> yang cocok untuk website bisnis maupun blog.</p>
<p>Sebelum mengatur menu, pastikan tema website sudah terpasang dengan benar. Jika belum, Anda bisa mengikuti panduan <a href="https://farhanhidayat.com/cara-install-tema-wordpress/">cara install tema WordPress</a> terlebih dahulu.</p>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-submenu-dropdown-menu-di-wordpress">Cara Membuat Submenu (Dropdown Menu) di WordPress</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2774 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Submenu-Dropdown-Menu-di-WordPress.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Submenu-Dropdown-Menu-di-WordPress.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Submenu-Dropdown-Menu-di-WordPress-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Selain menu utama, Anda juga dapat membuat submenu atau dropdown menu. Fitur ini sangat berguna jika website memiliki banyak halaman.</p>
<h3 id="membuat-submenu-dari-halaman">Membuat Submenu dari Halaman</h3>
<p class="isSelectedEnd">Misalnya Anda memiliki struktur berikut:</p>
<ul data-spread="false">
<li>Layanan
<ul data-spread="false">
<li>Jasa Artikel SEO</li>
<li>Jasa Optimasi Website</li>
<li>Konsultasi WordPress</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Caranya:</p>
<ol>
<li>Tambahkan semua halaman ke menu.</li>
<li>Geser halaman anak sedikit ke kanan di bawah menu utama.</li>
<li>Simpan perubahan.</li>
</ol>
<p>WordPress akan otomatis mengubahnya menjadi submenu.</p>
<hr />
<h3 id="contoh-struktur-menu-yang-rapi">Contoh Struktur Menu yang Rapi</h3>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Website jasa:</strong></p>
<ul data-spread="false">
<li>Home</li>
<li>Layanan
<ul data-spread="false">
<li>Artikel SEO</li>
<li>Desain Website</li>
<li>Konsultasi</li>
</ul>
</li>
<li>Blog</li>
<li>Kontak</li>
</ul>
<p><strong>Blog Pribadi:</strong></p>
<ul>
<li>Home</li>
<li>Artikel</li>
<li>Tentang Saya</li>
<li>Kontak</li>
</ul>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Website toko online:</strong></p>
<ul data-spread="false">
<li>Home</li>
<li>Produk
<ul data-spread="false">
<li>Tema WordPress</li>
<li>Plugin WordPress</li>
</ul>
</li>
<li>Blog</li>
<li>Hubungi Kami</li>
</ul>
<p>Dengan struktur yang rapi, pengunjung dapat menemukan informasi lebih cepat.</p>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-menu-pada-wordpress-block-theme">Cara Membuat Menu pada WordPress Block Theme</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2775 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-pada-WordPress-Block-Theme.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-pada-WordPress-Block-Theme.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-pada-WordPress-Block-Theme-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Jika Anda menggunakan tema berbasis Full Site Editing, langkahnya sedikit berbeda.</p>
<h3 id="membuka-navigation-block">Membuka Navigation Block</h3>
<ol>
<li>Login ke Dashboard.</li>
<li>Pilih Appearance → Editor.</li>
<li>Buka bagian Header.</li>
<li>Klik Navigation Block.</li>
</ol>
<p>Di sinilah WordPress menyimpan menu navigasi pada Block Theme.</p>
<h3 id="menambahkan-halaman-ke-navigation-block">Menambahkan Halaman ke Navigation Block</h3>
<p>Klik tombol + lalu pilih:</p>
<ul>
<li>Page</li>
<li>Custom Link</li>
<li>Category</li>
</ul>
<p>Setelah itu tambahkan item yang ingin ditampilkan.</p>
<h3 id="menyimpan-dan-menampilkan-menu">Menyimpan dan Menampilkan Menu</h3>
<p>Setelah selesai mengatur navigasi:</p>
<ol>
<li>Klik <strong>Save</strong>.</li>
<li>Konfirmasi perubahan.</li>
<li>Buka website untuk memastikan menu tampil dengan benar.</li>
</ol>
<p>Langkah ini sering terlupakan sehingga pengguna mengira menu gagal dibuat.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menambahkan-kategori-ke-menu-wordpress">Cara Menambahkan Kategori ke Menu WordPress</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2776 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Kategori-ke-Menu-WordPress.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Kategori-ke-Menu-WordPress.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Kategori-ke-Menu-WordPress-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Selain halaman, WordPress juga memungkinkan Anda menambahkan kategori ke dalam menu. Fitur ini sangat berguna untuk website blog karena pengunjung dapat langsung menuju kumpulan artikel berdasarkan topik tertentu.</p>
<p><strong>Langkah-langkah:</strong></p>
<ol>
<li>Masuk ke Appearance → Menus.</li>
<li>Pada bagian kiri, buka tab Categories.</li>
<li>Pilih kategori yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik Add to Menu.</li>
<li>Klik Save Menu.</li>
</ol>
<p><strong>Contoh kategori blog:</strong></p>
<ul>
<li>WordPress</li>
<li>Plugin</li>
<li>Theme</li>
<li>Hosting</li>
</ul>
<p>Dengan cara ini, pengunjung dapat menemukan artikel berdasarkan topik yang mereka cari.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menambahkan-custom-link-ke-menu">Cara Menambahkan Custom Link ke Menu</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2777 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Custom-Link-ke-Menu.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Custom-Link-ke-Menu.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Menambahkan-Custom-Link-ke-Menu-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Selain halaman, WordPress juga memungkinkan Anda menambahkan tautan khusus.</p>
<h3 id="menambahkan-link-whatsapp">Menambahkan Link WhatsApp</h3>
<p>Contoh format:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">https://wa.me/628123456789</code></pre>
<p>Setelah ditambahkan ke menu, pengunjung dapat langsung menghubungi Anda melalui WhatsApp.</p>
<p>Fitur ini sangat berguna untuk website bisnis, jasa, dan UMKM.</p>
<h3 id="menambahkan-link-eksternal">Menambahkan Link Eksternal</h3>
<p>Anda juga dapat menambahkan:</p>
<ul>
<li>Marketplace</li>
<li>Landing page</li>
<li>Website partner</li>
<li>Halaman afiliasi</li>
</ul>
<p>Namun, gunakan seperlunya agar navigasi tetap fokus.</p>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-menu-footer-di-wordpress">Cara Membuat Menu Footer di WordPress</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2778 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-Footer-di-WordPress.webp" alt="" width="600" height="400" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-Footer-di-WordPress.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Cara-Membuat-Menu-Footer-di-WordPress-300x200.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Selain menu header, Anda juga dapat menampilkan menu di bagian footer website. Menu footer biasanya digunakan untuk menampilkan halaman tambahan seperti Kebijakan Privasi, Disclaimer, Syarat dan Ketentuan, atau Kontak.</p>
<p><strong>Langkah-langkah:</strong></p>
<ol>
<li>Masuk ke Appearance → Menus.</li>
<li>Buat menu baru atau gunakan menu yang sudah ada.</li>
<li>Pilih lokasi Footer Menu.</li>
<li>Klik Save Menu.</li>
</ol>
<p>Jika tema yang digunakan mendukung footer menu, navigasi akan langsung tampil pada bagian bawah website.</p>
<hr />
<h2 id="kesalahan-yang-sering-terjadi-saat-membuat-menu-wordpress">Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Menu WordPress</h2>
<p>Berikut beberapa masalah yang paling sering dialami pengguna WordPress.</p>
<h3 id="menu-tidak-muncul-di-website">Menu Tidak Muncul di Website</h3>
<p>Penyebab paling umum:</p>
<ul>
<li>Belum memilih lokasi menu.</li>
<li>Tema belum mendukung lokasi tersebut.</li>
<li>Cache website belum diperbarui.</li>
</ul>
<p>Solusinya, periksa kembali pengaturan lokasi menu lalu bersihkan cache.</p>
<h3 id="perubahan-menu-tidak-tersimpan">Perubahan Menu Tidak Tersimpan</h3>
<p>Biasanya terjadi karena:</p>
<ul>
<li>Lupa menekan tombol Save Menu.</li>
<li>Konflik plugin.</li>
<li>Koneksi internet terputus saat menyimpan.</li>
</ul>
<p>Cobalah menyimpan ulang setelah menonaktifkan plugin yang mencurigakan.</p>
<h3 id="submenu-tidak-berfungsi">Submenu Tidak Berfungsi</h3>
<p>Masalah ini sering muncul karena posisi submenu tidak digeser ke kanan. Pastikan item submenu berada tepat di bawah menu induknya.</p>
<h3 id="menu-berantakan-di-tampilan-mobile">Menu Berantakan di Tampilan Mobile</h3>
<p>Beberapa tema menampilkan menu mobile secara berbeda.</p>
<p>Karena itu, selalu cek hasilnya melalui:</p>
<ul>
<li>Smartphone</li>
<li>Tablet</li>
<li>Desktop</li>
</ul>
<p>Dengan cara tersebut, Anda bisa memastikan navigasi tetap nyaman digunakan di semua perangkat.</p>
<hr />
<h2 id="faq-seputar-menu-wordpress">FAQ Seputar Menu WordPress</h2>
<h3 id="1-apakah-bisa-membuat-lebih-dari-satu-menu">1. Apakah Bisa Membuat Lebih dari Satu Menu?</h3>
<p>Bisa. Anda dapat membuat menu untuk header, footer, sidebar, atau area lainnya sesuai dukungan tema.</p>
<h3 id="2-bagaimana-cara-menambahkan-kategori-ke-menu">2. Bagaimana Cara Menambahkan Kategori ke Menu?</h3>
<p>Masuk ke Appearance → Menus lalu pilih tab Categories. Setelah itu tambahkan kategori yang diinginkan ke menu.</p>
<h3 id="3-apakah-menu-bisa-ditampilkan-di-footer">3. Apakah Menu Bisa Ditampilkan di Footer?</h3>
<p>Bisa. Namun, tema yang digunakan harus menyediakan lokasi footer menu.</p>
<h3 id="4-mengapa-appearance-%e2%86%92-menus-tidak-ada">4. Mengapa Appearance → Menus Tidak Ada?</h3>
<p>Biasanya karena Anda menggunakan Block Theme yang memakai Site Editor dan Navigation Block.</p>
<p>Selain mengatur navigasi, Anda juga dapat menambahkan berbagai fitur baru melalui plugin. Jika masih baru menggunakan WordPress, pelajari terlebih dahulu cara <a href="https://farhanhidayat.com/cara-install-plugin-wordpress/">install plugin WordPress</a> untuk pemula.</p>
<hr />
<h2 id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>
<p>Membuat menu di WordPress tidaklah sulit jika Anda mengetahui lokasi pengaturannya. Setelah menu dan submenu berhasil dibuat, pastikan navigasi website tetap sederhana agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan lebih mudah.</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/">Cara Membuat Menu di WordPress untuk Pemula, Lengkap dengan Submenu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
