<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Homepage WordPress Arsip - Farhanhidayat.com</title>
	<atom:link href="https://farhanhidayat.com/tag/homepage-wordpress/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://farhanhidayat.com/tag/homepage-wordpress/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 16:20:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-Favicon-Farhanhidayat-32x32.png</url>
	<title>Homepage WordPress Arsip - Farhanhidayat.com</title>
	<link>https://farhanhidayat.com/tag/homepage-wordpress/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</title>
		<link>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/</link>
					<comments>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Farhan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 16:20:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Dashboard WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Halaman WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Homepage WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Menu WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Page WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial wordpress]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://farhanhidayat.com/?p=2865</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membuat halaman di WordPress memang mudah, tetapi banyak pemula bingung setelah menekan Publish. Halamannya sudah terbit, tetapi tidak muncul di menu website. Ini terjadi karena membuat halaman dan menampilkannya ke pengunjung adalah dua langkah berbeda. Karena itu, panduan ini akan membantu Anda membuat halaman WordPress sampai pengunjung bisa mengaksesnya langsung dari website. Mengenal Halaman di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/">Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat halaman di WordPress memang mudah, tetapi banyak pemula bingung setelah menekan Publish. Halamannya sudah terbit, tetapi tidak muncul di menu website. Ini terjadi karena membuat halaman dan menampilkannya ke pengunjung adalah dua langkah berbeda. Karena itu, panduan ini akan membantu Anda membuat halaman WordPress sampai pengunjung bisa mengaksesnya langsung dari website.</p>
<hr />
<h2 id="mengenal-halaman-di-wordpress-sebelum-membuatnya">Mengenal Halaman di WordPress Sebelum Membuatnya</h2>
<p>Anda bisa memakai halaman atau Page di WordPress untuk konten yang sifatnya tetap dan jarang berubah. Contohnya seperti halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, Kontak, Privacy Policy, dan Syarat Ketentuan.</p>
<p>Berbeda dengan postingan, halaman lebih cocok untuk konten tetap, bukan artikel rutin. Jika Anda ingin menulis blog, berita, atau update terbaru, gunakan Post. Namun, jika Anda ingin membuat bagian utama website, gunakan Page.</p>
<h3 id="perbedaan-halaman-dan-postingan">Perbedaan Halaman dan Postingan</h3>
<p>Agar tidak salah memilih, pahami perbedaannya secara sederhana.</p>
<p>Halaman cocok untuk konten statis seperti profil bisnis, layanan, kontak, dan informasi utama website. Sementara itu, postingan cocok untuk artikel yang Anda perbarui secara berkala, seperti tutorial, berita, atau konten blog.</p>
<p>Jadi, gunakan Page untuk struktur utama website dan gunakan Post untuk artikel.</p>
<h3 id="contoh-halaman-yang-biasanya-dibuat">Contoh Halaman yang Biasanya Dibuat</h3>
<p>Beberapa halaman yang umum dibuat di WordPress antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Beranda</strong>, untuk menampilkan informasi utama website.</li>
<li><strong>Tentang Kami</strong>, untuk menjelaskan profil bisnis atau brand.</li>
<li><strong>Layanan</strong>, untuk menjelaskan jasa atau produk.</li>
<li><strong>Kontak</strong>, untuk menampilkan alamat, email, WhatsApp, atau form kontak.</li>
<li><strong>Privacy Policy</strong>, untuk menjelaskan kebijakan privasi pengunjung.</li>
</ol>
<p>Jika website masih baru, Anda bisa mulai dari halaman Beranda, Tentang Kami, Layanan, dan Kontak.</p>
<hr />
<h2 id="hal-yang-perlu-disiapkan-sebelum-membuat-halaman">Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Halaman</h2>
<p>Sebelum membuka dashboard WordPress, siapkan dulu isi utama halaman. Dengan begitu, Anda tidak bingung saat masuk ke editor.</p>
<h3 id="tentukan-fungsi-halaman">Tentukan Fungsi Halaman</h3>
<p>Setiap halaman harus punya tujuan yang jelas. Misalnya, halaman Kontak membantu pengunjung menghubungi Anda dengan mudah. Sementara itu, halaman Layanan menjelaskan jasa atau produk yang Anda tawarkan.</p>
<p>Sebelum membuat halaman, tentukan dulu:</p>
<ol>
<li>Apa tujuan halaman ini?</li>
<li>Informasi apa yang perlu Anda tampilkan?</li>
<li>Tindakan apa yang ingin Anda dorong dari pengunjung?</li>
</ol>
<p>Dengan cara ini, isi halaman akan lebih terarah.</p>
<h3 id="siapkan-konten-utama-yang-akan-ditampilkan">Siapkan Konten Utama yang Akan Ditampilkan</h3>
<p>Setelah tahu fungsi halaman, siapkan bahan utamanya. Tidak perlu langsung sempurna, tetapi setidaknya Anda sudah memiliki dasar konten.</p>
<p>Beberapa hal yang bisa disiapkan:</p>
<ol>
<li>Judul halaman.</li>
<li>Teks pembuka.</li>
<li>Penjelasan utama.</li>
<li>Gambar pendukung.</li>
<li>Tombol atau call to action.</li>
<li>Form kontak jika diperlukan.</li>
</ol>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-halaman-baru-di-wordpress">Cara Membuat Halaman Baru di WordPress</h2>
<p>Sekarang masuk ke langkah utama. Proses membuat halaman baru di WordPress cukup sederhana, tetapi sebaiknya jangan langsung publish sebelum mengecek isi, URL, dan tampilannya.</p>
<h3 id="buka-menu-pages-dan-tambahkan-halaman-baru">Buka Menu Pages dan Tambahkan Halaman Baru</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Login ke dashboard WordPress.</li>
<li>Pada sidebar kiri, klik <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Add New</strong>.</li>
<li>Tunggu sampai editor halaman terbuka.</li>
</ol>
<p>Jika dashboard memakai bahasa Indonesia, menu ini biasanya tampil sebagai <strong>Laman</strong> dan <strong>Tambah Baru</strong>.</p>
<h3 id="isi-judul-dan-konten-halaman">Isi Judul dan Konten Halaman</h3>
<p>Setelah editor terbuka, mulai isi halaman Anda.</p>
<ol>
<li>Masukkan judul halaman.</li>
<li>Tambahkan isi halaman pada area editor.</li>
<li>Gunakan heading untuk membagi bagian penting.</li>
<li>Tambahkan gambar jika diperlukan.</li>
<li>Tambahkan tombol jika halaman membutuhkan ajakan tindakan.</li>
</ol>
<p>Sebagai contoh, jika membuat halaman Kontak, Anda bisa mengisi alamat, nomor WhatsApp, email, jam operasional, dan form kontak.</p>
<h3 id="gunakan-block-editor-untuk-mengatur-isi-halaman">Gunakan Block Editor untuk Mengatur Isi Halaman</h3>
<p>WordPress terbaru menggunakan Block Editor. Artinya, Anda bisa menyusun teks, gambar, tombol, dan elemen lain sebagai blok terpisah.</p>
<p>Beberapa blok yang umum dipakai yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Paragraph</strong>, untuk teks biasa.</li>
<li><strong>Heading</strong>, untuk subjudul.</li>
<li><strong>Image</strong>, untuk gambar.</li>
<li><strong>Button</strong>, untuk tombol.</li>
<li><strong>Columns</strong>, untuk membagi konten menjadi beberapa kolom.</li>
</ol>
<p>Untuk menambahkan blok, klik ikon +, lalu pilih jenis blok sesuai kebutuhan halaman. Gunakan blok seperlunya agar pengunjung mudah membaca isi halaman.</p>
<h3 id="atur-permalink-halaman">Atur Permalink Halaman</h3>
<p>Permalink adalah alamat URL halaman. Contohnya:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">namadomain.com/tentang-kami</code></pre>
<p>Biasanya WordPress membuat permalink otomatis dari judul. Namun, Anda tetap perlu mengeceknya agar URL terlihat rapi.</p>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Buka pengaturan halaman di sisi kanan editor.</li>
<li>Cari bagian URL atau Permalink.</li>
<li>Ubah slug jika diperlukan.</li>
<li>Gunakan URL yang pendek dan mudah dibaca.</li>
</ol>
<p>Contoh URL yang baik:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">/tentang-kami

/layanan

/kontak</code></pre>
<p>Hindari URL seperti:</p>
<pre class="ei-lighter-js"><code class="language-plaintext">/halaman-baru-123

/tentang-kami-final-update</code></pre>
<p>URL yang rapi membantu pengunjung memahami isi halaman dan membuat struktur website terlihat lebih jelas.</p>
<h3 id="preview-lalu-publish-halaman">Preview lalu Publish Halaman</h3>
<p>Sebelum menerbitkan halaman, cek tampilannya terlebih dahulu.</p>
<ol>
<li>Klik <strong>Preview</strong>.</li>
<li>Periksa judul, isi, gambar, tombol, dan jarak antarbagian.</li>
<li>Pastikan tidak ada bagian kosong atau typo.</li>
<li>Jika sudah sesuai, klik Publish.</li>
<li>Konfirmasi publish jika WordPress memintanya.</li>
</ol>
<p>Setelah dipublish, halaman sudah aktif. Namun, halaman belum tentu langsung muncul di menu website. Karena itu, lanjutkan ke langkah berikutnya.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menampilkan-halaman-di-website">Cara Menampilkan Halaman di Website</h2>
<p>Banyak pemula berhenti setelah klik Publish. Padahal, WordPress tidak selalu langsung menampilkan halaman baru di menu navigasi.</p>
<p>Jika Anda sudah membuat halaman tetapi belum melihatnya di bagian atas website, Anda perlu menambahkannya ke menu secara manual.</p>
<h3 id="tambahkan-halaman-ke-menu-navigasi">Tambahkan Halaman ke Menu Navigasi</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Buka menu <strong>Appearance</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Menus</strong>.</li>
<li>Centang halaman yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik <strong>Add to Menu</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Save Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Jika dashboard memakai bahasa Indonesia:</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Tampilan</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Menu</strong>.</li>
<li>Tambahkan laman yang ingin ditampilkan.</li>
<li>Klik <strong>Simpan Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Setelah itu, buka website Anda dan cek apakah halaman sudah muncul di navigasi.</p>
<p>Pada beberapa tema WordPress modern, pengaturan menu bisa berada di <strong>Appearance → Editor</strong>. Jika menu Menus tidak muncul, kemungkinan tema Anda menggunakan Site Editor.</p>
<h3 id="atur-posisi-halaman-di-menu">Atur Posisi Halaman di Menu</h3>
<p>Setelah halaman masuk ke menu, susun posisinya agar navigasi lebih rapi.</p>
<ol>
<li>Buka kembali pengaturan menu.</li>
<li>Klik dan tahan item menu.</li>
<li>Geser ke posisi yang diinginkan.</li>
<li>Klik <strong>Save Menu</strong>.</li>
</ol>
<p>Misalnya, Anda bisa menyusun menu menjadi Beranda, Tentang Kami, Layanan, lalu Kontak. Jika ingin membuat submenu, geser item menu sedikit ke kanan di bawah menu utama.</p>
<h3 id="cek-halaman-dari-tampilan-pengunjung">Cek Halaman dari Tampilan Pengunjung</h3>
<p>Setelah Anda menyimpan menu, buka website seperti pengunjung biasa.</p>
<p>Cek beberapa hal berikut:</p>
<ol>
<li>Apakah halaman muncul di menu?</li>
<li>Apakah halaman bisa diklik?</li>
<li>Apakah link mengarah ke halaman yang benar?</li>
<li>Apakah tampilan di desktop dan mobile sudah rapi?</li>
</ol>
<p>Langkah ini penting karena tampilan di editor kadang berbeda dengan tampilan asli di website.</p>
<hr />
<h2 id="cara-menjadikan-halaman-sebagai-beranda-website">Cara Menjadikan Halaman sebagai Beranda Website</h2>
<p>Jika Anda membuat halaman “Beranda”, halaman tersebut belum otomatis menjadi homepage. Anda perlu mengaturnya sebagai halaman depan website.</p>
<h3 id="pilih-halaman-yang-akan-dijadikan-homepage">Pilih Halaman yang Akan Dijadikan Homepage</h3>
<p>Pastikan Anda sudah membuat halaman Beranda dan mengisinya dengan informasi utama website. Biasanya, halaman Beranda memuat:</p>
<ol>
<li>Penjelasan singkat tentang website atau bisnis.</li>
<li>Keunggulan utama.</li>
<li>Produk atau layanan utama.</li>
<li>Tombol menuju kontak atau penawaran.</li>
<li>Testimoni atau portofolio jika ada.</li>
</ol>
<p>Jika halaman masih kosong, simpan sebagai draft dulu dan lengkapi sebelum Anda mengaturnya sebagai homepage.</p>
<h3 id="atur-homepage-melalui-settings-reading">Atur Homepage melalui Settings Reading</h3>
<p>Ikuti langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Buka menu <strong>Settings</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Reading</strong>.</li>
<li>Pada bagian homepage display, pilih <strong>A static page</strong>.</li>
<li>Pada bagian Homepage, pilih halaman Beranda.</li>
<li>Klik <strong>Save Changes</strong>.</li>
</ol>
<p>Jika WordPress memakai bahasa Indonesia:</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Pengaturan</strong>.</li>
<li>Pilih <strong>Membaca</strong>.</li>
<li>Pilih opsi <strong>Halaman statis</strong>.</li>
<li>Tentukan halaman yang ingin dijadikan Beranda.</li>
<li>Simpan perubahan.</li>
</ol>
<p>Setelah itu, buka domain utama website. Jika pengaturan benar, halaman Beranda akan tampil sebagai halaman depan.</p>
<hr />
<h2 id="cara-mengelola-halaman-setelah-dipublish">Cara Mengelola Halaman Setelah Dipublish</h2>
<p>Setelah membuat halaman, Anda tetap bisa mengubah, memperbaiki, atau menghapusnya kapan saja.</p>
<h3 id="mengedit-isi-halaman">Mengedit Isi Halaman</h3>
<p>Untuk mengedit halaman:</p>
<ol>
<li>Masuk ke dashboard WordPress.</li>
<li>Klik menu <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Pilih halaman yang ingin diedit.</li>
<li>Ubah isi halaman sesuai kebutuhan.</li>
<li>Klik <strong>Update</strong>.</li>
</ol>
<p>Klik Publish saat ingin menerbitkan halaman baru. Klik Update saat ingin menyimpan perubahan pada halaman yang sudah terbit.</p>
<h3 id="menyimpan-draft-update-atau-menghapus-halaman">Menyimpan Draft, Update, atau Menghapus Halaman</h3>
<p>Beberapa tombol penting yang perlu dipahami:</p>
<ol>
<li><strong>Save Draft</strong>, untuk menyimpan halaman yang belum ingin diterbitkan.</li>
<li><strong>Preview</strong>, untuk melihat tampilan sebelum publish.</li>
<li><strong>Publish</strong>, untuk menerbitkan halaman baru.</li>
<li><strong>Update</strong>, untuk menyimpan perubahan halaman.</li>
<li><strong>Trash</strong>, untuk memindahkan halaman ke tempat sampah.</li>
</ol>
<p>Jika halaman belum siap, gunakan <strong>Save Draft</strong>. Jangan publish halaman yang masih kosong atau belum rapi.</p>
<h3 id="membuat-subhalaman-jika-dibutuhkan">Membuat Subhalaman Jika Dibutuhkan</h3>
<p>Subhalaman berguna untuk membuat struktur website lebih rapi. Misalnya, halaman “Layanan” memiliki subhalaman “Jasa Website”, “Jasa SEO”, dan “Jasa Desain Logo”.</p>
<p>Cara membuat subhalaman:</p>
<ol>
<li>Buka halaman yang ingin dijadikan subhalaman.</li>
<li>Buka pengaturan halaman di sisi kanan editor.</li>
<li>Cari bagian <strong>Parent Page</strong>.</li>
<li>Pilih halaman induk.</li>
<li>Klik <strong>Update</strong> atau <strong>Publish</strong>.</li>
</ol>
<p>Struktur ini membantu pengunjung memahami isi website dengan lebih mudah.</p>
<hr />
<h2 id="checklist-setelah-halaman-wordpress-dibuat">Checklist Setelah Halaman WordPress Dibuat</h2>
<p>Sebelum selesai, lakukan pengecekan singkat agar halaman benar-benar siap tampil untuk pengunjung.</p>
<h3 id="halaman-sudah-bisa-dibuka">Halaman Sudah Bisa Dibuka</h3>
<p>Pastikan halaman tidak masih berstatus draft.</p>
<ol>
<li>Buka menu <strong>Pages</strong>.</li>
<li>Cek status halaman.</li>
<li>Pastikan statusnya <strong>Published</strong>.</li>
<li>Klik <strong>View</strong> untuk membuka halaman.</li>
</ol>
<p>Jika masih draft, pengunjung belum bisa melihat halaman tersebut.</p>
<h3 id="halaman-sudah-muncul-di-menu-jika-dibutuhkan">Halaman Sudah Muncul di Menu Jika Dibutuhkan</h3>
<p>Jika halaman penting seperti Beranda, Layanan, atau Kontak, pastikan halaman sudah tampil di menu.</p>
<ol>
<li>Buka website dari browser.</li>
<li>Lihat menu utama.</li>
<li>Klik halaman tersebut.</li>
<li>Pastikan link mengarah ke halaman yang benar.</li>
</ol>
<p>Jika belum muncul, tambahkan halaman melalui pengaturan menu.</p>
<h3 id="tampilan-sudah-rapi-di-desktop-dan-mobile">Tampilan Sudah Rapi di Desktop dan Mobile</h3>
<p>Cek tampilan halaman di laptop dan ponsel. Pastikan pengunjung bisa membaca teks dengan mudah, gambar tampil proporsional, tombol terlihat jelas, dan jarak antarbagian terasa nyaman.</p>
<p>Jika tampilan mobile berantakan, kurangi elemen yang tidak perlu atau atur ulang blok di editor.</p>
<h3 id="judul-url-dan-isi-sudah-sesuai">Judul, URL, dan Isi Sudah Sesuai</h3>
<p>Terakhir, pastikan bagian dasar halaman sudah benar.</p>
<ol>
<li>Judul halaman jelas.</li>
<li>URL pendek dan mudah dibaca.</li>
<li>Isi halaman sesuai tujuan.</li>
<li>Tidak ada typo.</li>
<li>Tombol dan link bisa diklik.</li>
<li>Gambar tampil dengan baik.</li>
</ol>
<hr />
<h2 id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>
<p>Cara membuat halaman di WordPress tidak hanya berhenti di klik Publish. Setelah Anda membuat halaman, pastikan halaman tersebut tampil di website, masuk ke menu jika memang perlu, dan pengunjung bisa membukanya dengan baik.</p>
<p>Alur paling aman adalah membuat halaman, mengisi konten, mengatur permalink, preview, publish, lalu menambahkan halaman ke menu navigasi. Jika halaman tersebut adalah Beranda, lanjutkan dengan mengaturnya sebagai homepage melalui menu Settings Reading.</p>
<p>Dengan mengikuti langkah ini, Anda bisa membuat halaman WordPress yang rapi, mudah diakses, dan siap menjadi bagian penting dari website.</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/">Cara Membuat Halaman di WordPress sampai Tampil di Website</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-halaman-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Homepage Statis di WordPress untuk Pemula</title>
		<link>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-homepage-wordpress/</link>
					<comments>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-homepage-wordpress/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Farhan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 14:10:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[Homepage Statis]]></category>
		<category><![CDATA[Homepage WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Website WordPress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress pemula]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://farhanhidayat.com/?p=2783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Secara bawaan, WordPress akan menampilkan daftar artikel terbaru pada halaman depan website. Halaman pertama yang dilihat pengunjung saat membuka domain inilah yang dikenal sebagai homepage. Pengaturan tersebut memang cocok untuk website yang fokus menerbitkan artikel secara rutin. Namun, jika Anda membuat website bisnis, company profile, jasa, toko online, atau portofolio, homepage yang berisi daftar artikel [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-homepage-wordpress/">Cara Membuat Homepage Statis di WordPress untuk Pemula</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Secara bawaan, WordPress akan menampilkan daftar artikel terbaru pada halaman depan website. Halaman pertama yang dilihat pengunjung saat membuka domain inilah yang dikenal sebagai homepage.</p>
<p>Pengaturan tersebut memang cocok untuk website yang fokus menerbitkan artikel secara rutin. Namun, jika Anda membuat website bisnis, company profile, jasa, toko online, atau portofolio, homepage yang berisi daftar artikel biasanya kurang efektif untuk menyampaikan informasi utama kepada pengunjung.</p>
<p>Pada panduan ini, Anda akan mempelajari cara membuat homepage statis di WordPress serta mengatur halaman blog secara terpisah agar website terlihat lebih profesional.</p>
<hr />
<h2 id="siapkan-halaman-sebelum-mengatur-homepage">Siapkan Halaman Sebelum Mengatur Homepage</h2>
<p>Sebelum mengubah homepage WordPress, sebaiknya siapkan terlebih dahulu halaman yang akan digunakan. Langkah ini penting karena Anda perlu membuat halaman Beranda dan Blog sebelum mengatur keduanya sebagai homepage dan halaman blog.</p>
<h3 id="membuat-halaman-beranda">Membuat Halaman Beranda</h3>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-2784 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Beranda.webp" alt="" width="600" height="320" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Beranda.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Beranda-300x160.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Halaman ini nantinya akan menjadi homepage utama website.</p>
<ol>
<li>Masuk ke menu <strong>Pages</strong> → <strong>Add New Page</strong>.</li>
<li>Buat halaman baru dengan judul <strong>Beranda</strong>.</li>
<li>Tambahkan isi halaman sesuai kebutuhan.</li>
<li>Klik <strong>Publish</strong>.</li>
</ol>
<p>Anda tidak perlu membuat desain yang sempurna terlebih dahulu. Yang terpenting, halaman sudah tersedia untuk dipilih sebagai homepage.</p>
<h3 id="membuat-halaman-blog">Membuat Halaman Blog</h3>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2785 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Blog.webp" alt="" width="600" height="218" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Blog.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Membuat-Halaman-Blog-300x109.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Jika Anda tetap ingin menampilkan artikel di website, sebaiknya buat halaman blog terpisah.</p>
<ol>
<li>Masuk ke menu <strong>Pages</strong> → <strong>Add New Page</strong>.</li>
<li>Buat halaman baru dengan judul <strong>Blog</strong> atau <strong>Artikel</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Publish</strong>.</li>
</ol>
<p>Halaman ini nantinya akan menampilkan seluruh artikel yang Anda publikasikan.</p>
<p>Banyak pemula mengira mereka harus mengisi halaman Blog secara manual. Padahal setelah Anda mengatur halaman tersebut sebagai Posts Page, WordPress akan otomatis menampilkan seluruh artikel yang dipublikasikan.</p>
<hr />
<h2 id="cara-membuat-homepage-statis-di-wordpress">Cara Membuat Homepage Statis di WordPress</h2>
<p>Setelah kedua halaman tersedia, Anda dapat mulai mengatur homepage website.</p>
<h3 id="masuk-ke-menu-settings-%e2%86%92-reading">Masuk ke Menu Settings → Reading</h3>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2786 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Masuk-ke-Menu-Settings-→-Reading.webp" alt="" width="600" height="308" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Masuk-ke-Menu-Settings-→-Reading.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Masuk-ke-Menu-Settings-→-Reading-300x154.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<ol>
<li>Login ke Dashboard WordPress.</li>
<li>Klik <strong>Settings</strong> → <strong>Reading</strong>.</li>
<li>Cari bagian <strong>Your homepage displays</strong>.</li>
</ol>
<p>Melalui pengaturan ini, WordPress menentukan halaman depan yang pertama kali dilihat pengunjung saat membuka website.</p>
<h3 id="mengubah-homepage-menjadi-static-page">Mengubah Homepage Menjadi Static Page</h3>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2787 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Mengubah-Homepage-Menjadi-Static-Page.webp" alt="" width="600" height="237" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Mengubah-Homepage-Menjadi-Static-Page.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Mengubah-Homepage-Menjadi-Static-Page-300x119.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Pada bagian <strong>Your homepage displays</strong>, pilih <strong>A Static Page</strong>. Setelah itu, WordPress akan menampilkan pilihan <strong>Homepage</strong> dan <strong>Posts Page</strong> yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan.</p>
<p>Banyak pengguna baru melewatkan langkah ini sehingga homepage tetap menampilkan artikel terbaru.</p>
<h3 id="memilih-halaman-beranda-dan-halaman-blog">Memilih Halaman Beranda dan Halaman Blog</h3>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2788 size-full" src="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Memilih-Halaman-Beranda-dan-Halaman-Blog.webp" alt="" width="600" height="377" srcset="https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Memilih-Halaman-Beranda-dan-Halaman-Blog.webp 600w, https://farhanhidayat.com/wp-content/uploads/2026/06/Memilih-Halaman-Beranda-dan-Halaman-Blog-300x189.webp 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<ul>
<li>Pada bagian <strong>Homepage</strong>, pilih halaman <strong>Beranda</strong>.</li>
<li>Pada bagian <strong>Posts Page</strong>, pilih halaman <strong>Blog</strong> atau <strong>Artikel</strong>.</li>
<li>Klik <strong>Save Changes</strong>.</li>
</ul>
<p>Sekarang WordPress akan menampilkan halaman Beranda sebagai homepage utama, sedangkan seluruh artikel akan muncul di halaman Blog.</p>
<p>Pengaturan ini tetap berlaku meskipun Anda menggunakan Elementor, Gutenberg, Spectra, Kadence Blocks, maupun tema WordPress modern seperti Twenty Twenty-Four dan Twenty Twenty-Five. Perbedaannya hanya pada cara mendesain halaman, bukan pada pengaturan homepage-nya.</p>
<hr />
<h2 id="cara-memastikan-homepage-berhasil-aktif">Cara Memastikan Homepage Berhasil Aktif</h2>
<p>Setelah menyimpan pengaturan, sebaiknya lakukan pengecekan sederhana.</p>
<h3 id="memeriksa-tampilan-homepage">Memeriksa Tampilan Homepage</h3>
<ol>
<li>Buka website pada tab baru.</li>
<li>Kunjungi alamat domain utama.</li>
<li>Pastikan halaman Beranda tampil sebagai halaman depan website.</li>
</ol>
<p>Jika halaman yang muncul sudah sesuai, berarti pengaturan berhasil dilakukan.</p>
<h3 id="membersihkan-cache-jika-perubahan-belum-muncul">Membersihkan Cache Jika Perubahan Belum Muncul</h3>
<p>Terkadang perubahan tidak langsung terlihat karena cache.</p>
<p>Jika homepage belum berubah:</p>
<ul>
<li>Refresh halaman menggunakan Ctrl + F5.</li>
<li>Hapus cache browser.</li>
<li>Bersihkan cache plugin seperti LiteSpeed Cache atau WP Rocket.</li>
<li>Bersihkan cache hosting jika tersedia.</li>
</ul>
<p>Setelah cache dibersihkan, biasanya perubahan akan langsung terlihat.</p>
<hr />
<h2 id="struktur-homepage-wordpress-yang-direkomendasikan">Struktur Homepage WordPress yang Direkomendasikan</h2>
<p>Banyak pemula berhasil membuat homepage, tetapi kemudian bingung harus mengisi apa di dalamnya. Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan struktur sederhana berikut.</p>
<h3 id="struktur-homepage-untuk-website-jasa">Struktur Homepage untuk Website Jasa</h3>
<ul>
<li>Hero Section</li>
<li>Layanan Utama</li>
<li>Portofolio</li>
<li>Testimoni Klien</li>
<li>Form Kontak</li>
</ul>
<h3 id="susunan-homepage-yang-cocok-untuk-company-profile">Susunan Homepage yang Cocok untuk Company Profile</h3>
<ul>
<li>Hero Section</li>
<li>Tentang Perusahaan</li>
<li>Produk atau Layanan</li>
<li>Klien atau Partner</li>
<li>Kontak</li>
</ul>
<h3 id="rekomendasi-layout-homepage-untuk-personal-branding">Rekomendasi Layout Homepage untuk Personal Branding</h3>
<ul>
<li>Perkenalan Singkat</li>
<li>Keahlian</li>
<li>Portofolio</li>
<li>Artikel Terbaru</li>
<li>CTA</li>
</ul>
<p>Tampilan homepage juga dipengaruhi oleh tema yang digunakan. Karena itu, pastikan Anda sudah <a href="https://farhanhidayat.com/cara-install-tema-wordpress/">menginstall tema WordPress</a> yang sesuai dengan kebutuhan website.</p>
<hr />
<h2 id="masalah-yang-sering-terjadi-saat-membuat-homepage-wordpress">Masalah yang Sering Terjadi Saat Membuat Homepage WordPress</h2>
<p>Berikut beberapa kendala yang paling sering dialami pengguna WordPress.</p>
<h3 id="homepage-masih-menampilkan-artikel-blog">Homepage Masih Menampilkan Artikel Blog</h3>
<p>Biasanya terjadi karena pengaturan masih menggunakan opsi <strong>Your Latest Posts</strong>. Solusinya, kembali ke menu Reading dan pilih <strong>A Static Page</strong>.</p>
<h3 id="halaman-blog-tidak-muncul">Halaman Blog Tidak Muncul</h3>
<p>Masalah ini sering terjadi karena bagian <strong>Posts Page</strong> belum dipilih. Pastikan Anda sudah membuat halaman Blog dan memilihnya pada pengaturan Reading.</p>
<h3 id="perubahan-homepage-tidak-terlihat">Perubahan Homepage Tidak Terlihat</h3>
<p>Penyebab paling umum adalah cache browser atau cache plugin. Coba bersihkan cache terlebih dahulu sebelum mengubah pengaturan lain.</p>
<h3 id="homepage-menampilkan-halaman-kosong">Homepage Menampilkan Halaman Kosong</h3>
<p>Biasanya halaman Beranda belum memiliki isi atau terjadi konflik pada tema dan page builder. Selain itu, pastikan halaman tersebut sudah memiliki konten sehingga WordPress dapat menampilkannya dengan benar.</p>
<hr />
<h2 id="kesalahan-yang-sering-dilakukan-pemula-saat-membuat-homepage">Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Membuat Homepage</h2>
<h3 id="mengedit-halaman-blog-sebagai-homepage">Mengedit Halaman Blog Sebagai Homepage</h3>
<p>Banyak pengguna baru mengedit halaman Blog dan berharap perubahan tersebut muncul di halaman depan. Padahal homepage dan halaman blog memiliki fungsi yang berbeda.</p>
<h3 id="lupa-memilih-posts-page">Lupa Memilih Posts Page</h3>
<p>Akibatnya halaman blog tidak menampilkan artikel yang sudah Anda publikasikan.</p>
<h3 id="menghapus-halaman-beranda-setelah-mengaturnya-sebagai-homepage">Menghapus Halaman Beranda Setelah Mengaturnya sebagai Homepage</h3>
<p>Beberapa pengguna tidak sengaja menghapus halaman Beranda setelah mengaturnya sebagai homepage. Ketika hal ini terjadi, WordPress kesulitan menampilkan halaman depan website dengan benar.</p>
<h3 id="tidak-membersihkan-cache">Tidak Membersihkan Cache</h3>
<p>Perubahan homepage sering terlihat gagal padahal masalahnya hanya cache browser atau cache plugin.</p>
<hr />
<h2 id="faq-seputar-homepage-wordpress">FAQ Seputar Homepage WordPress</h2>
<h3 id="1-apakah-saya-harus-membuat-halaman-blog-terpisah">1. Apakah Saya Harus Membuat Halaman Blog Terpisah?</h3>
<p>Tidak wajib. Namun jika Anda tetap ingin menerbitkan artikel di website, membuat halaman blog terpisah akan membantu pengunjung menemukan konten dengan lebih mudah sekaligus membuat struktur website lebih rapi.</p>
<h3 id="2-mengapa-homepage-saya-masih-menampilkan-postingan-terbaru">2. Mengapa Homepage Saya Masih Menampilkan Postingan Terbaru?</h3>
<p>Biasanya karena pengaturan masih menggunakan opsi Your Latest Posts atau halaman Beranda belum dipilih dengan benar.</p>
<h3 id="3-apakah-homepage-berpengaruh-terhadap-seo">3. Apakah Homepage Berpengaruh Terhadap SEO?</h3>
<p>Ya. Homepage sering menjadi halaman yang paling banyak dikunjungi dan mendapatkan backlink. Karena itu, homepage yang jelas dan terstruktur dapat membantu pengalaman pengguna serta mendukung SEO website.</p>
<h3 id="4-apakah-semua-website-harus-menggunakan-homepage-statis">4. Apakah Semua Website Harus Menggunakan Homepage Statis?</h3>
<p>Tidak. Website bisnis, portofolio, dan company profile biasanya lebih cocok menggunakan homepage statis. Namun, blog pribadi atau portal berita sering kali lebih cocok menggunakan homepage yang menampilkan postingan terbaru.</p>
<p>Jika ingin menambahkan fitur tertentu pada homepage, Anda dapat <a href="https://farhanhidayat.com/cara-install-plugin-wordpress/">menginstall plugin WordPress</a> sesuai kebutuhan.</p>
<hr />
<h2 id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>
<p>Mengubah homepage WordPress menjadi halaman statis merupakan salah satu langkah penting agar website terlihat lebih profesional. Dengan demikian, pengunjung dapat langsung melihat informasi utama saat membuka website.</p>
<p>Selain itu, pemisahan halaman Beranda dan Blog membuat struktur website menjadi lebih rapi sehingga pengunjung dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.</p>
<p>Setelah homepage berhasil diatur, Anda dapat melanjutkan dengan <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-menu-wordpress/">membuat menu di WordPress</a> agar pengunjung lebih mudah menjelajahi website.</p>
<p>Artikel <a href="https://farhanhidayat.com/cara-membuat-homepage-wordpress/">Cara Membuat Homepage Statis di WordPress untuk Pemula</a> pertama kali tampil pada <a href="https://farhanhidayat.com">Farhanhidayat.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://farhanhidayat.com/cara-membuat-homepage-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
