
Belajar coding sekarang sudah jadi salah satu skill yang paling dicari. Banyak orang mulai belajar dari nol, baik untuk tujuan kerja, bikin aplikasi sendiri, atau sekadar ingin paham cara kerja teknologi. Nah, buat kamu yang baru mulai belajar, hal paling penting adalah memilih bahasa pemrograman untuk pemula yang tepat. Kenapa? Karena setiap bahasa punya tingkat kesulitan dan fokus yang beda-beda. Kalau di awal sudah salah pilih, biasanya malah bikin cepat menyerah.
Di artikel ini, Dayat akan menemukan 10 rekomendasi bahasa pemrograman untuk pemula yang mudah dipahami, lengkap dengan alasan kenapa masing-masing bahasa cocok dijadikan langkah awal.
Sebelum masuk ke daftar bahasanya, kita bahas dulu apa sih alasan penting memilih bahasa yang tepat? Banyak pemula merasa coding itu ribet, padahal yang bikin susah itu bukan codingnya tapi pemilihan bahasanya. Misalnya, orang yang ingin bikin website tapi malah mulai dari C++, jelas bakal pusing duluan.
Memilih bahasa pemrograman untuk pemula yang sesuai dengan tujuan akan membuat proses belajar lebih cepat, menyenangkan, dan jelas arah pengembangannya. Setelah nyaman, barulah kamu bisa naik ke level yang lebih kompleks.
Nah, sebelum kamu menentukan bahasa mana yang mau dipelajari, ada beberapa poin penting yang wajib kamu pertimbangkan terlebih dahulu:
Coba tanya ke diri sendiri:
“Kamu pengin jadi apa sih? Web developer, mobile developer, data analyst, atau game developer?”
Tujuan ini membantu mengarahkan pilihan.
Beberapa bahasa punya sintaks yang pendek dan mudah dipahami oleh pemula, sementara yang lain lebih teknis dan panjang. Pilih yang ringan dulu biar nggak stres.
Semakin besar komunitasnya, semakin mudah kamu cari tutorial atau bantuan kalau mentok.
Nggak bisa dipungkiri, bahasa tertentu punya permintaan kerja lebih tinggi. Ini bisa jadi pertimbangan jangka panjang.
Setelah tahu cara memilih, sekarang kita masuk ke daftar utama bahasa yang paling cocok buat pemula.
Python adalah bahasa yang paling sering direkomendasikan untuk pemula, dan bukan tanpa alasan. Sintaksnya sederhana, hampir mirip bahasa Inggris. Kamu bisa mulai nulis program tanpa ribet mikir struktur yang rumit.
Contoh program dasarnya pun cuma butuh satu baris untuk menampilkan teks. Cocok banget buat yang baru mulai belajar coding.
Kalau tujuan kamu pengin masuk dunia web development, JavaScript wajib dipelajari. Bahasa ini berjalan langsung di browser, jadi gampang banget buat nyoba-nyoba.
JavaScript juga punya ekosistem terbesar di dunia programming. Mau bikin tampilan website, aplikasi server, sampai game 2D pun bisa.
Java cocok buat pemula yang mau belajar konsep OOP (Object-Oriented Programming) dari dasar. Meski strukturnya lebih panjang, Java punya dokumentasi dan komunitas super besar.
Selain itu, bagi pemula yang pengin terjun ke industri perusahaan, Java juga menjadi salah satu pilihan terbaik.
C++ memang agak teknis, tapi tetap bisa dipelajari oleh pemula yang ingin memahami cara kerja komputer dari bawah. Bahasa ini sering dipakai untuk sistem, game, dan aplikasi performa tinggi.
Selain itu, kalau kamu suka tantangan, C++ juga bakal membantu memperkuat pondasi logika secara signifikan.
Walaupun banyak orang meremehkannya, PHP tetap menjadi salah satu bahasa pemrograman yang banyak developer gunakan untuk backend website.
Selain itu, banyak website besar seperti WordPress dan Wikipedia juga masih menggunakan PHP sebagai fondasinya, sehingga semakin menunjukkan bahwa bahasa ini tetap relevan hingga sekarang.
Selain itu, Ruby terkenal sebagai bahasa yang simpel dan sangat “manusiawi”. Karena itu, banyak pemula langsung cocok dengannya, apalagi sintaksnya mudah dipahami dan terasa sangat natural saat digunakan.
Selain itu, untuk pemula yang ingin masuk ke dunia startup tech, Ruby merupakan pilihan yang sangat bagus. Bahkan, berkat ekosistemnya yang rapi dan komunitasnya yang suportif, proses belajar pun jadi terasa lebih mudah dan terstruktur.
Selain itu, Swift merupakan bahasa resmi untuk membuat aplikasi iOS seperti iPhone dan iPad. Bahasa ini tidak hanya modern banget, tetapi juga bersih, serta tetap ramah untuk pemula. Dengan kombinasi tersebut, proses belajar jadi terasa lebih mulus dan terarah.
Selain itu, kalau kamu punya mimpi untuk bikin aplikasi dan mempublikasikannya di App Store, Swift wajib masuk daftar belajarmu.
Selain itu, Kotlin merupakan bahasa modern yang kini menjadi standar resmi untuk Android development. Selain lebih simpel dari Java, banyak perusahaan modern juga memilihnya.
Selain itu, untuk pemula yang ingin fokus ke Android, Kotlin menjadi pilihan yang tepat.
Selain itu, Google mengembangkan Go atau Golang, sebuah bahasa yang punya performa tinggi dan tetap mudah dipahami.
Selain itu, kalau kamu ingin fokus ke backend engineering, Go menjadi salah satu bahasa yang cepat naik daun.
Pilihan terbaik sebenarnya tergantung tujuanmu.
Kalau kamu masih bingung, ini rekomendasinya:
Jadi, yuk tentukan tujuan sejak awal agar proses belajarmu bisa lebih fokus!
Untuk kamu yang baru mulai belajar bahasa pemrograman untuk pemula, terlebih lagi jika masih bingung harus mulai dari mana, berikut beberapa tips yang bisa membantu.
Selain itu, sebagai tambahan penting, belajar 30 menit setiap hari ternyata jauh lebih efektif dibandingkan belajar 3 jam tetapi hanya sekali seminggu.
Sebagai contoh, kamu bisa mulai dari proyek kecil seperti membuat kalkulator sederhana atau membangun website portofolio basic.
Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan YouTube, website dokumentasi, dan berbagai tutorial blog yang semuanya tersedia dengan mudah dan gratis.
Selain itu, kalau kamu mentok, langsung saja tanya di forum, Discord, Telegram, atau grup belajar.
Memilih bahasa pemrograman untuk pemula itu penting karena keputusan awal ini menentukan apakah kamu bakal cepat menyerah atau tetap semangat belajar. Selain itu, setiap bahasa punya karakter dan kegunaannya sendiri. Dari Python yang sederhana sampai Go yang modern, semuanya menawarkan kelebihan yang bisa kamu sesuaikan dengan tujuan belajar. Setelah kamu tahu arah yang ingin dicapai, mulai saja dengan satu bahasa dulu supaya proses belajarmu lebih fokus. Selanjutnya, jangan berharap langsung jago karena semuanya butuh proses. Akhirnya, yang paling penting adalah konsisten dan mau terus belajar.
“Butuh artikel SEO cepat & berkualitas tanpa ribet? Mulai dari Rp 25.000 aja!”