
Banyak orang pengen mulai jualan, tapi mentok di satu pertanyaan klasik: “Mau jual apa ya biar laku?”
Di sisi lain, asal ikut tren juga sering berujung zonk. Nah, sekarang kamu nggak perlu nebak-nebak lagi. Dengan bantuan AI, kamu bisa menemukan produk yang laku di pasaran dengan cara yang lebih cepat dan terarah.
Sebenarnya, masalah ini bukan karena nggak ada ide. Justru sebaliknya, terlalu banyak ide malah bikin bingung.
Selain itu, banyak orang:
Akibatnya, mereka nggak pernah benar-benar jalan. Padahal, menentukan produk itu butuh data, bukan sekadar feeling.
Sekarang, di sinilah AI jadi game changer.
Dengan menggunakan prompt yang tepat, kamu bisa:
Selain itu, tools seperti ChatGPT bisa bantu kamu mengolah ide jadi lebih matang. Jadi, bukan cuma asal tebak, tapi berdasarkan insight.
Nah, ini bagian paling penting. Kamu bisa langsung pakai prompt ini 👇
Gunakan prompt seperti:
Berikan daftar 10 produk yang sedang trending di Indonesia dalam 30 hari terakhir pada kategori [ISI NICHE / KATEGORI].
Fokus pada target market [ISI TARGET MARKET, contoh: remaja, ibu rumah tangga, pekerja kantoran].
Sertakan alasan kenapa produk tersebut laris, kisaran harga jual ([ISI RANGE HARGA, opsional]), dan potensi margin keuntungannya.
Tambahkan juga tingkat persaingan dan peluang diferensiasi untuk pemula.Dengan cara ini, kamu bisa tahu arah pasar sekarang.
Contoh:
Analisis masalah utama yang sering dialami oleh target market [ISI TARGET MARKET] dalam kehidupan sehari-hari terkait [ISI NICHE / BIDANG].
Jelaskan pain point yang paling sering muncul, penyebabnya, dan dampaknya.
Lalu berikan 5 ide produk yang bisa menjadi solusi dari masalah tersebut.
Sertakan alasan kenapa produk tersebut berpotensi menjadi produk yang laku di pasaran, serta contoh cara menjualnya.Karena pada dasarnya, produk yang laku itu selalu berangkat dari masalah.
Contoh:
Analisis potensi pasar dari produk [ISI NAMA PRODUK] di Indonesia.
Jelaskan apakah produk ini berpotensi menjadi produk yang laku di pasaran atau tidak.
Sertakan analisis target market ([ISI TARGET MARKET]), kebutuhan pasar, dan tren saat ini.
Bandingkan dengan kompetitor yang sudah ada, termasuk kelebihan dan kekurangannya.
Terakhir, berikan rekomendasi apakah produk ini layak dijual, serta saran strategi agar bisa bersaing.Jadi, sebelum kamu jualan, kamu sudah punya gambaran peluangnya.
Contoh:
Analisis kompetitor dari produk [ISI NAMA PRODUK] di Indonesia.
Identifikasi 3–5 kompetitor utama di marketplace atau media sosial.
Jelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing produk, termasuk harga, kualitas, branding, dan strategi marketing yang digunakan.
Kemudian, berikan insight peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk lebih unggul dan berbeda.
Terakhir, berikan rekomendasi positioning yang cocok agar produk bisa bersaing di pasar.Dengan begitu, kamu bisa cari celah biar produk kamu beda.
Contoh:
Berikan 7 ide produk unik di kategori [ISI NICHE / KATEGORI] yang belum banyak dijual di Indonesia, tetapi memiliki potensi menjadi produk yang laku di pasaran.
Fokus pada kebutuhan atau masalah yang belum banyak disadari oleh target market [ISI TARGET MARKET].
Sertakan alasan kenapa produk tersebut berpotensi laris, peluang pasar, dan contoh cara menjualnya.
Tambahkan juga ide diferensiasi agar produk terlihat lebih menarik dan tidak mudah ditiru.Ini cocok banget kalau kamu nggak mau sekadar ikut-ikutan.
Meskipun sudah pakai AI, masih banyak yang salah langkah.
Misalnya:
Padahal, AI itu alat bantu. Jadi, tetap perlu dipadukan dengan strategi.
Supaya hasilnya nggak setengah-setengah, kamu bisa lakukan beberapa hal ini.
Pertama, kombinasikan AI dengan riset manual. Misalnya, cek produk di Shopee atau TikTok Shop.
Kedua, uji coba dalam skala kecil dulu sebelum besar-besaran.
Selain itu, fokuslah pada masalah yang ingin diselesaikan, bukan sekadar produknya.
Terakhir, jangan takut untuk evaluasi. Karena dari situ kamu bisa tahu mana yang benar-benar bekerja.
Menentukan produk yang laku di pasaran sekarang nggak harus pakai feeling atau ikut-ikutan tren. Dengan bantuan AI, kamu bisa riset lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih terarah.
Namun, yang paling penting tetap eksekusi. Karena sebagus apa pun hasil riset, nggak akan ada hasil kalau kamu nggak mulai.
Bikin artikel yang enak dibaca + disukai Google itu ada caranya.
Dan kamu nggak harus ngelakuin semuanya sendiri.